KEBUMEN - Pembangunan Jembatan Daslim di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng telah rampung sepenuhnya. Selepas ini pemerintah daerah akan melanjutkan proses pembangunan ruas Jalan Tenggeran-Plarangan guna memperlancar konektivitas warga.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, jembatan penghubung yang dibangun dengan nilai kontrak Rp 1,79 miliar itu telah memungkinkan untuk dilewati kendaraan. Warga dari Kecamatan Sruweng menuju Kecamatan Karanganyar atau sebaliknya kini dapat leluasa melintas karena proses pembangunan jembatan selesai.
"Telah selesai 100 persen dan kendaraan sudah bisa melintas," katanya saat monitoring, Jumat (31/7).
Pada kunjungan itu Lilis sempat mendapat keluhan soal Jalan Tanggeran-Plarangan dalam kondisi rusak. Warga meminta ruas jalan yang membentang di atas jembatan tersebut segera diperbaiki. Menanggapi keluhan, Lilis memastikan akan dilakukan perbaikan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah, kata ia, telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 4,5 miliar untuk penanganan jalan yang diharapkan warga. Upaya pemeliharaan berkala akan dilakukan sepanjang 1,9 kilometer melalui metode pengecoran beton dan pengaspalan.
Rencananya anggaran yang disediakan akan diambil dari APBD Perubahan Tahun 2026. Selanjutnya, sisa penanganan jalan akan dilanjutkan melalui alokasi APBD Tahun 2027 guna memastikan seluruh ruas jalan tersambung secara mantap.
"Insyaallah kami perbaiki. Mohon bersabar sekarang masih proses tender," jelasnya.
Selain Jembatan Daslim, Lilis juga meninjau progres pembangunan ruas jalan Klirong-Petanahan. Jalan yang membentang sepanjang 5,37 kilometer ini menjadi penghubung Kecamatan Klirong dan Kecamatan Petanahan. Dalam pembangunan ini dilakukan pemeliharaan berkala dengan menggunakan aspal sepanjang 1,7 meter. Anggaran yang diberikan untuk ruas jalan tersebut senilai Rp 1,4 miliar.
Lalu, rombongan bupati juga melihat langsung hasil pembangunan ruas Jalan Dorowati-Podourip. Tepatnya dari simpang tiga Pasar Dorowati sampai Desa Podourip. Total pembangunan jalan yang dikerjakan sepanjang 632 meter dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar. (fid)
Editor : Heru Pratomo