MAGELANG - Pemkot Magelang mulai menyiapkan peran generasi muda sebagai motor penggerak potensi daerah. Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan dilibatkan untuk menjadi local champion yang mampu mendorong pengembangan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif di lingkungannya masing-masing.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan daerah. Dia menilai, perubahan tidak selalu harus dimulai dari skala besar, melainkan bisa tumbuh dari langkah kecil yang konsisten di lingkungan sekitar.
Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat. "Mereka harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu memperkuat identitas wilayah dan menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Damar di Pendopo Pengabdian, Kamis (30/7).
Dia menyebut konsep 'Satu Local Champion, Satu Perubahan' sebagai pendekatan yang ingin ditanamkan dalam program tersebut. Melalui prinsip itu, setiap pemuda diharapkan membawa dampak nyata di wilayahnya masing-masing, meski dimulai dari hal sederhana.
Menurut Damar, peran pemuda menjadi semakin strategis di tengah kebutuhan pengembangan sektor wisata dan ekonomi kreatif yang menuntut inovasi dan kreativitas. Kota Magelang dinilai harus mengandalkan kekuatan sumber daya manusia untuk tetap kompetitif.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Magelang Imam Baihaqi menjelaskan, selain dibekali pengetahuan, para pemuda juga membangun keterampilan praktis dan jejaring antar peserta.
Baca Juga: 15 Perusahaan Inggris Bidik Peluang Proyek Kereta Api di Indonesia
"Mereka harus mampu mengidentifikasi potensi lokal, mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, dan mempromosikan daya tarik daerah secara berkelanjutan," ujarnya.
Dia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan peran peserta setelah pelatihan selesai. Karena itu, Disporapar akan mendorong terbentuknya jejaring dan kolaborasi lintas kelurahan agar gagasan yang muncul tidak berhenti di ruang pelatihan. (aya)
Editor : Heru Pratomo