KEBUMEN - Tumpukan arsip lawas di bekas gudang Kantor Kecamatan Karangsambung ludes terbakar pada Kamis (30/7). Kobaran api yang cepat membesar menghanguskan dokumen lama yang tersimpan di dalam bangunan.
Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 08.30. Berawal dari seorang warga melihat titik api dari dalam gedung. Kejadian ini sontak mengundang kepanikan warga setempat. Tak butuh waktu lama kobaran api semakin meluas sehingga warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas terkait.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Karangsambung Sutoto Pranoto menjelaskan, bangunan yang terbakar sudah lama tidak dipakai untuk layanan pemerintah.
Tepatnya sejak kantor kecamatan pindah ke gedung baru di wilayah Desa Kaligending. Selepas ditinggal bangunan tersebut dialihfungsikan sebagai gudang Puskesmas Karangsambung. "Posisi yang terbakar dalam satu gedung itu dua ruangan," katanya, Kamis (30/7).
Gedung yang beralamat di RT 03/RW 02, Padukuhan Krajan, Desa Karangsambung itu berisi aset milik puskesmas, antara lain kasur, tempat tidur periksa, tiang infus dan peralatan kesehatan.
Termasuk di dalamnya terdapat dokumen atau arsip mulai 2017. Namun begitu, dia memastikan arsip yang terbakar bukan berisi dokumen penting. "Saya tanya ke dokter puskesmas, itu arsip lama. Tidak terpakai lagi," ucapnya.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Kompleks Setda Kabupaten Magelang Jadi Tempat Bermain
Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun setelah dihitung secara keseluruhan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. Hingga kini petugas kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mencari tahu penyebab pasti kebakaran. "Estimasi sudah dihitung bareng, baik dari kami sama pihak puskesmas," ungkap Toto.
Kabid Penanggulakan Kebakaran dan Penyelamatan pada Satpol PP Kebumen Rokhmat Zuhri mengatakan, dalam peristiwa ini dua unit truk pemadam dengan kekuatan tujuh petugas damkar dikirim untuk mengendalikan keadaan.
Personel TNI dan Polri bersama warga juga ikut dalam proses pemadaman api. Setelah dilakukan penaganan hampir 1,5 jam, kobaran api baru dapat dipadamkan. "Situasi terakhir sudah aman kondusif, api dapat dipadamkan," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo