KEBUMEN - Para sopir yang melintas di ruas jalan nasional, tepatnya di wilayah Gombong harus bersabar menghadapi kemacetan panjang akibat proyek pembangunan jalan.
Penerapan sistem buka tutup jalur selama pekerjaan proyek berlangsung membuat antrean kendaran mengular hingga sepanjang empat kilometer.
Dari arah barat, kepadatan kendaraan tampak mulai dari Jembatan Dobel Purbowangi. Sedangkan dari arah timur kemacetan terjadi dari SPBU Wero Gombong. Tumpukan kendaraan dari kedua arah tampak secara bergantian bergerak mengikuti arahan petugas pengatur lalu lintas.
Baca Juga: Motor Tabrak Mobil Box, Ledakan Picu Kebakaran di Pertigaan Palbapang
Kemacetan didominasi kendaraan angkutan barang, bus serta kendaraan pribadi. Panjangnya proyek pekerjaan membuat kemacetan cukup parah. Bahkan, sepeda motor yang terbiasa menerobos sempitnya jalan juga ikut terjebak kemacetan akibat padatnya kendaraan.
"Sudah sekitar dua jam stagnan. Tidak gerak sama sekali," ungkap Prayitno, sopir truk asal Lamongan, Rabu (29/7).
Di titik macet, pengendara harus rela bersabar menanti giliran sistem buka tutup jalur. Sebagian sopir kendaraan besar bahkan terlihat mematikan mesin kendaraan akibat lamaya antrean kemacetan. Sejumlah pengendara juga keluar dari kendaraan untuk melepas penat akibat macet.
Mereka mengaku tak dapat berbuat banyak karena proyek pekerjaan jalan ujungnya juga akan dinikmati para sopir. "Mau protes ke siapa. Harusnya diatur betul, masa nunggu lama banget," ujar Andri Subhan, pengendara asal Bandung.
Dibalik proyek pekerjaan jalan Yos Sudarso tersebut dampaknya juga dirasakan pelaku usaha. Seperti diungkapkan pengusaha cafe dan resto, Agung Sad Hadi Nugroho. Dia menyatakan, lokasi usahanya yang berada di pinggir jalan kini sepi akibat kemacetan panjang.
Kondisi tersebut menurutnya membuat pengunjung enggan mampir. "Saya juga heran, macet sampai tidak ketulungan. Sadar atau tidak, usaha ikut kena dampak," katanya.
Dia cukup menghargai proses pekerjaan jalan yang selama ini berlangsung. Namun begitu, dia juga mengeluhkan dengan penerapan sistem buka tutup jalur yang mengakibatkan kemacetan panjang. Dia mengamati kemacetan parah terjadi pada malam hari.
Di mana kendaraan berat dan bus lintas provinsi dari arah barat maupun sebaliknya ramai melintas. "Harusnya petugas dari instansi tekait turun tangan. Kasihan, imbasnya kemana-mana," jelasnya. (fid)