Sempat Padam, Hutan Pinus di Kecamatan Sadang, Kebumen Terbakar Lagi

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 23:45 WIB
Polisi bersama warga berupaya memadamkan kobaran api yang terjadi di kawasan hutan pinus milik Perhutani. (Dokumen Polres Kebumen)
Polisi bersama warga berupaya memadamkan kobaran api yang terjadi di kawasan hutan pinus milik Perhutani. (Dokumen Polres Kebumen)

 



 

KEBUMEN - Kawasan hutan pinus milik Perhutani di Desa Seboro, Kecamatan Sadang terbakar pada Sabtu (25/7). Kebakaran yang terjadi sejak pagi hingga malam hari ini membuat petugas harus berjibaku memadamkan api.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, kebakaran terjadi di hutan pinus Blok Pencil Dukuh Plabanan Desa Seboro. Kobaran api pertama diketahui sekirapukul 13.30.

 Namun, tak disangka api yang sempat padam kembali berkobar sebelum akhirnya situasi kembali tertangani oleh petugas.

Baca Juga: Awas! DIY Masuk Fase Waspada Kekeringan, Suhu Puncak Kemarau Bisa  Sentuh 37 Derajat Celsius

 "Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30," kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna, Minggu, (26/7).

Dalam peristiwa itu upaya pemadaman api telah dilakukan Polisi Kehutanan (Polhut) bersama warga sejak pukul 14.00. Setelah itu sekitar pukul 19.30 titik api kembali menyala.

Petugas sempat kesulitan memadamkan api karena kondisi medan cukup curam. Berbagai instansi lintas sektor ikut terlibat dalam proses tersebut.

Baca Juga: Gedung Usang Terganjal Status Lahan TKD, Pemkab Kulon Progo Siap Upayakan Revitalisasi SLB Bhakti Wiyata

Kapolres menjelaskan, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak Perhutani juga belum dapat memastikan besaran kerugian material karena lokasi kebakaran di kawasan sulit dijangkau.

Usai penanganan di lokasi, kepolisian telah melakukan koordinasi dengan Polhut dan Pemerintah Desa Seboro guna menentukan langkah lanjutan, termasuk pemantauan lokasi agar tidak terjadi kebakaran susulan.

"Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material masih belum dapat diperkirakan karena butuh pendataan lebih lanjut," ujar kapolres. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
sadang kebumen hutan pinus terbakar perhutani