MUNGKID - Aksi sosial khitanan massal gratis bagi puluhan anak mewarnai kegiatan Apel Siaga Ambulans Desa Gemilang putaran ke-17 di Kabupaten Magelang. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Sirahan, Salam, ini menjadi wujud kolaborasi layanan kemanusiaan sekaligus penguatan peran relawan ambulans desa dalam membantu masyarakat.
Sebanyak 50 anak usia SD tampak antusias mengikuti khitanan massal tersebut. Program ini dimanfaatkan para orang tua untuk menghemat biaya, sekaligus memastikan anak-anak mereka mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Ketua panitia Nur Machin menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif komunitas relawan Ambulans Desa Gemilang sebagai bentuk kepedulian sosial. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga: 300 Gurami Siap Panen Digasak Maling, Petani di Wonosari Rugi Sekitar Rp 10 Juta
"Ini bagian dari ikhtiar kami menjalankan nilai sosial dan keagamaan, sekaligus membantu warga yang membutuhkan," paparnya, Minggu (26/7).
Tidak hanya khitanan, panitia juga menyalurkan bantuan berupa satu ton beras kepada ratusan warga kurang mampu serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini turut melibatkan puluhan tenaga medis dari RSUD Muntilan, RSUD Grabag, RSUD Menoreh Salaman, serta dinas kesehatan.
Machin menambahkan, apel siaga ini juga melibatkan ratusan sopir ambulans desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Magelang. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta apel, tetapi juga sebagai bagian penting dalam sistem layanan darurat di tingkat desa.
Anggota DPRD Kabupaten Magelang Suharno menilai, kegiatan sosial semacam ini perlu terus dikembangkan. Namun tetap memperhatikan kondisi para relawan, khususnya sopir ambulans.
Baca Juga: Demo di Jogja Kecam Pernyataan Presiden Prabowo soal Pelabelan Londo Ireng Kini Berbaju Wartawan, Pengamat, dan LSM
"Kegiatan seperti ini sangat baik, tapi jangan sampai memberatkan para sopir ambulans. Mereka juga punya pekerjaan yang tidak ringan," bebernya.
Dia juga mendorong agar kegiatan serupa ke depan dapat dikombinasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pelibatan pelaku UMKM. Sehingga dampaknya tidak hanya sosial, tetapi juga ekonomi.
Selain itu, Suharno menyoroti pentingnya peningkatan perhatian terhadap kondisi sopir ambulans dan kesiapan armada yang digunakan. Menurutnya, kendaraan ambulans harus selalu dalam kondisi prima agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Kendaraan harus benar-benar siap, mulai dari mesin, ban, hingga kelengkapan lainnya. Jangan sampai saat digunakan justru menimbulkan risiko," tegasnya. (aya)