MAGELANG - Pemkot Magelang terus melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam pengentasan kemiskinan. Kolaborasi tersebut satu di antaranya diwujudkan melalui aksi sosial Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang kembali menggelar program tebus murah sembako bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebanyak 2.000 paket sembako disediakan. Paket senilai lebih dari Rp 100 ribu tersebut dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp 50 ribu. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang telah dirancang sejak Juni dan akan berlanjut hingga Agustus.
Baca Juga: Pembangunan Kantor Baru Dinkes Gunungkidul Dimulai, Proyek Senilai Rp 7,11 Miliar di Siraman
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, peran non-pemerintah sangat penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan. Menurutnya, pemerintah memiliki fungsi sebagai pengarah dan penggerak, namun keberhasilan di lapangan sangat ditentukan oleh sinergi dengan masyarakat dan organisasi sosial.
"Kami membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi," ujarnya.
Dia pum mengapresiasi kontribusi PSMTI yang dinilai aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari bedah rumah tidak layak huni, pembagian makanan gratis rutin, hingga pasar murah.
Baca Juga: Gelar Rakerda, DPD PAN Kota Jogja Usung Strategi Politik Berbasis Kepercayaan Warga
Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Magelang Slamet Santoso mengatakan, program tebus murah sembako merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak situasi global. "Sehingga kami bersama para pengusaha berinisiatif untuk gotong royong membantu," jelasnya.
Program ini, lanjut Slamet, merupakan bagian dari rencana jangka pendek yang digelar tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut. Setiap pelaksanaan menyediakan 2.000 paket sembako.
Selain tebus murah, PSMTI juga memiliki program sosial lain yang telah berjalan sejak 2022. Seperti pembagian makanan gratis setiap Selasa bagi lansia dan warga membutuhkan. Tidak hanya itu, PSMTI juga berencana memperluas bantuan dengan menyasar kelompok rentan lainnya.
Baca Juga: Nasib Nermin Haljeta Masih Menggantung, PSIM Jogja Akui Masih Buka Proses Negosiasi
"Kami melihat penunggu pasien juga membutuhkan perhatian. Rencananya Agustus nanti kami akan berbagi makanan untuk mereka di RSUD Tidar," bebernya.
Slamet menambahkan, kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya terpusat. Tetapi juga dilakukan secara langsung oleh relawan yang turun ke lapangan membagikan bantuan kepada masyarakat.
Warga Jurangombo Selatan, Nanik Ismawiyani mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Untuk mendapatkan paket sembako, mereka akan menerima kupon yang kemudian ditukarkan di lokasi kegiatan. Dalam satu paket, dia mendapat beras, minyak goreng, gula, hingga mi instan.
"Senang sekali, sangat membantu. Tadi antre sekitar 15 menit. Baru pertama kali ikut dan ini sangat bermanfaat," paparnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita