Warga Desa Temanggal Berdaya lewat Olahan Kue Cucur, Awalnya Sajian Antarwarga, Kini Bernilai Ekonomi

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:00 WIB
MAKANAN TRADISIONAL: Warga Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo menunjukkan kue cucur buatannya yang begitu menggugah selera. (M Hafied/Radar Jogja)
MAKANAN TRADISIONAL: Warga Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo menunjukkan kue cucur buatannya yang begitu menggugah selera. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Aroma gula merah berpadu wangi tepung beras menyeruak di lorong jalan Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo. Dari luar rumah, suasana permukiman siang itu memang tampak sepi. Tetapi sejatinya warga sedang sibuk memproduksi kue cucur di dapur rumah mereka masing-masing.

Seperti yang dilakukan Neni Arbani Entiasih, 29, salah satu perajin kue cucur khas Desa Temanggal. Ia tampak begitu cekatan mengolah adonan tepung menjadi kue cucur yang menggungah selera. Di depan wajan kecil berjejer empat, ia fokus mengejar pesanan 300 biji kue cucur yang sedari pagi dinanti pelanggan. Dengan sabar ia membolak-balikkan adonan cucur di atas wajan panas agar tak gosong.

Baca Juga: DPD PAN Sleman Targetkan Tambah Kursi DPRD, Bidik Suara Swing Voters

Baginya, menerima pesanan kue cucur sebanyak itu sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Bahkan, jika permintaan sedang ramai, ia terkadang mampu memproduksi jajanan tradisional tersebut hingga tiga kali lipat. "Rata-rata sehari jual 400 biji. Sudah ada langganan tetap, tinggal ambil ke rumah," katanya saat ditemui Radar Jogja Jumat (24/7).

Ya, bagi warga setempat kue cucur bukan sekadar jajanan tradisional, namun juga sumber penghasilan. Dulu, sebelum era tahun 1990-an kue cucur hanya sebatas sajian antarwarga. Penganan berbentuk bulat ini hanya menjadi hidangan andalan jika warga menggelar hajatan atau pertemuan.

Namun seiring waktu, kue cucur khas Desa Temanggal perlahan mulai dilirik pasar. "Sudah jadi budaya. Waktu saya kecil setiap acara pasti ada kue cucur. Sampai sekarang bertahan," ungkap Kepala Desa Temanggal Ahmad Mujaki.

Baca Juga: PSS Sleman Belum Punya Manajer Resmi, Kim Jeffrey Kurniawan Fokus Jadi Pemain

Dia mengungkapkan, pemerintah desa terus mendukung agar kue cucur menjadi magnet tersendiri bagi Desa Temanggal. Berbagai program digagas, termasuk pembentukan desa wisata dengan ikon kebanggaan, kue cucur. Perhatian juga diberikan kepada para perajin agar produk mereka diminati pasar. Mereka kini tidak hanya fokus menjaga cita rasa kue cucur, melainkan mulai memperhatikan kualitas dari segi penampilan maupun pengemasan. "Kalau tidak dipertahankan lama-kelamaan hilang. Kami berinisiatif menjaga, sekarang lewat wisata kampung cucur," katanya.

Kue cucur buatan warga Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo. (M Hafied/Radar Jogja)
Kue cucur buatan warga Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo. (M Hafied/Radar Jogja)

Mujaki mengungkapkan, perajin kue cucur di desanya sempat mengalami pasang surut. Permasalahannya karena terkendala regenerasi. Sebagian dari mereka memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Namun setelah kue cucur khas desanya laris-manis, sebagian warga mulai belajar untuk memproduksi.

Kini, pesanan cucur ala Desa Temanggal tidak lagi datang dari wilayah Kebumen. Namun permintaan juga datang dari berbagai daerah berkat pesatnya penjualan di media sosial. Bertambahnya pesanan diakui menjadi daya ungkit perekonomian tersendiri bagi warga. "Awal-awal 18 orang yang buat, sekarang tambah terus. Sudah dibuat paguyuban juga," katanya.

Baca Juga: DPD PAN Sleman Targetkan Tambah Kursi DPRD, Bidik Suara Swing Voters

Ketua Paguyuban Perajin Cucur Desa Temanggal Agus Syarifudin mengatakan, kue cucur yang dibuat anggotanya tetap mempertahankan resep turun-temurun. Bahan yang dipilih juga terhindar dari bahan kimia sehingga memiliki keawetan dan cita rasa tersendiri. Dia juga menekankan agar para perajin konsisten dalam menjaga kualitas rasa dan tampilan.

Lebih lanjut, sebagai daya tarik kampung wisata, dia bersama warga lain dalam waktu dekat akan membuat inovasi baru. Di antaranya pembuatan tugu cucur sebagai ikon desa. Kemudian menggelar festival kue cucur dan menciptakan tari yang mengangkat tema kue cucur. "Perlahan program Kampung Cucur terealisasi. Warga kompak karena desa jadi ramai pengunjung," beberya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Desa Temanggal kue cucur Kecamatan Adimulyo jajanan tradisional desa wisata