Kaleng Bekas Jadi Patung Burung Merak dan Ayam, Kabupaten Magelang Sabet Juara Dua Industri Hijau

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:10 WIB

 

Wakil bupati Magelang saat menerima penghargaan pada ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Semarang, Kamis (23/7) malam.
Wakil bupati Magelang saat menerima penghargaan pada ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Semarang, Kamis (23/7) malam.

 

 

 

 

MUNGKID - Pemkab Magelang terus berupaya mendorong industri ramah lingkungan. Sejumlah inovasi berbasis limbah hingga produk alami menjadi bukti transformasi industri lokal yang berkelanjutan.

Capaian itu mengantarkan daerah ini meraih penghargaan pada ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Semarang, Kamis (23/7) malam.

"Dari puluhan daerah yang ikut, kami masuk lima besar dan mengikuti tahap akhir. Ini bukan proses instan, tetapi melalui penilaian yang cukup ketat," kata Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Magelang Siti Zumaroh, Jumat (24/7).

Baca Juga: Warga Penolak Tambang Semen Pracimantoro Wonogiri Geruduk Fakultas Geografi UGM, Tuntut Pertanggungjawaban Publik Dosen Penyusun A

Dia menegaskan, kekuatan utama Kabupaten Magelang terletak pada konsistensi antara perencanaan dan implementasi.

Konsep industri hijau telah tertanam dalam dokumen strategis daerah, seperti Rencana Induk Pembangunan Industri Kabupaten (RIPK) dan RPJMD. Sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi.

Zumaroh mencontohkan, ada kerajinan dari kaleng bekas yang disulap menjadi karya seni seperti patung burung merak dan ayam. Produk ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga telah menembus pasar ekspor, termasuk Australia.

Baca Juga: SPPG Karangwuni Kulon Progo Minta Investigasi Kantin SMPN 3 Wates, Klaim MBG Bukan Penyebab Keracunan Siswa

Selain itu, inovasi sabun berbahan alami dari kulit buah dan dedaunan juga berkembang. Bahkan berhasil meraih penghargaan di Jepang karena minim limbah.

"Artinya, green industry ini benar-benar berjalan. Limbah tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber ekonomi baru," terangnya.

Wakil Bupati Magelang Sahid menilai, penghargaan ini menjadi penanda bahwa arah pembangunan industri di daerahnya sudah berada di jalur yang tepat. Terlebih, Kabupaten Magelang baru kali pertama mengikuti gelaran ini dan berhasil meraih peringkat kedua.

Baca Juga: Selain Super League, PSIM Jogja Bakal Tampil di Indonesia League Cup, Van Gastel Antusias namun Juga Waspadai Beban Pertandingan

Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi pemicu bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi.

 Dia pun menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.

"Ke depan, kami dorong semua OPD untuk membuat terobosan. Industri hijau ini harus terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
kaleng bekas Jateng Green Industrial Summit Wakil Bupati Magelang patung semarang