Akhiri Penantian 15 Tahun, Warga Dusun Semaken, Muntilan Akhirnya Miliki Jembatan Permanen

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 21:15 WIB
DIRESMIKAN: Jembatan Perintis Garuda kini bisa dilalui warga setelah bertahun-tahun menggunakan jembatan bambu, Kamis (23/7). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
DIRESMIKAN: Jembatan Perintis Garuda kini bisa dilalui warga setelah bertahun-tahun menggunakan jembatan bambu, Kamis (23/7). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MUNGKID - Penantian panjang warga Dusun Semaken, Pucungrejo, Muntilan untuk memiliki jembatan permanen akhirnya terwujud. Setelah belasan tahun bergantung pada jembatan darurat bambu yang rawan rusak, kini berdiri jembatan beton yang menghubungkan wilayah mereka di atas Sungai Sat.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan didukung oleh Kodim 0705/Magelang. Keberadaannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga.

Warga Dusun Semaken Ahmad Tohir mengaku, sangat terbantu dengan keberadaan jembatan permanen tersebut. Selama ini, dia dan warga lain harus menggunakan jembatan bambu atau memutar jauh untuk beraktivitas.

Baca Juga: Pastikan Pilur Gunungkidul Tanpa Calon Tunggal, Dua Kalurahan Berpotensi Seleksi Tambahan

Terlebih, lanjut dia, jembatan darurat yang sebelumnya digunakan kerap rusak, terutama saat banjir, sehingga membahayakan keselamatan warga. "Kalau banjir sering rusak, jadi berbahaya. Kadang terpaksa memutar lebih dari dua kilometer (km)," ujarnya usai peresmian Kamis (23/7).

Tohir menambahkan, keinginan warga untuk memiliki jembatan permanen telah ada sejak lebih dari 15 tahun lalu. Namun, berbagai upaya yang pernah dilakukan belum membuahkan hasil hingga akhirnya terealisasi tahun ini.

"Sudah bermimpi punya jembatan permanen di sini sekitar 15 tahun lebih. Dulu pernah ada program, tapi baru sekarang terwujud," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Sambat ke Komnas HAM Terkait MBG, sejak Awal Minim Dilibatkan tapi Dicari-cari saat Keracunan

Danramil Muntilan, Kapten Inf Supriyanto menjelaskan, pembangunan jembatan diprioritaskan karena akses warga, khususnya anak sekolah, sebelumnya cukup menyulitkan. Mereka harus memutar sejauh dua hingga tiga km untuk mencapai tujuan.

Terlebih, lanjut dia, banyak anak-anak sekolah yang terpaksa harus memutar cukup jauh karena kondisi jembatan yang kurang layak. "Dengan adanya jembatan ini, akses warga menjadi lebih dekat dan mudah," terangnya.

Pembangunan jembatan sepanjang 18 meter dan lebar 3 meter itu diselesaikan dalam waktu 28 hari, lebih cepat dari target awal 30 hari. Infrastruktur ini kini menjadi penghubung vital antara Dusun Semaken dan Dusun Growong, serta membuka peluang konektivitas ke desa-desa lain di sekitarnya.

Baca Juga: Di Antara Semen dan Sastra Lisan: Mitos Makam di Bawah Flyover Jombor

Pj Kepala Desa Pucungrejo Agus Munir menyebut, jembatan itu akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi warga. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, akses menuju sekolah dan layanan lainnya juga menjadi lebih efisien.

Ke depan, dia berharap, jalan ini bisa diperlebar agar kendaraan roda empat bisa melintas. "Dengan begitu, perputaran ekonomi masyarakat akan semakin meningkat," lontarnya. (aya)

Editor : Sevtia Eka Novarita
warga Dusun Semaken jembatan permanen Jembatan Perintis Garuda Kodim 0705/Magelang jembatan darurat