MUNGKID - Pemkab Magelang kembali menggelontorkan anggaran untuk program beasiswa Pemuda Berprestasi. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp 5 juta per semester selama delapan semester atau empat tahun masa studi.
Seperti tahun sebelumnya, program tersebut menyasar 600 mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra Pemkab Magelang. Hanya saja, jumlah kampus yang bekerja sama bertambah dari sebelumnya, kini menjadi 21 perguruan tinggi.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Anni Syarifah mengatakan, penambahan kampus mitra dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan warga yang melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai daerah. Adapun 21 perguruan tinggi mitra tersebut tersebar di sejumlah kota. Di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Semarang.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Gantung Dikeluhkan, Akses Warga Terganggu, Harus Memutar hingga Lima Kilometer
Kemudian, ada Universitas Tidar dan Universitas Muhammadiyah Magelang. Selain itu, terdapat pula sejumlah kampus keagamaan, seni, hingga vokasi. Seperti Institut Seni Indonesia, UIN, hingga Poltekkes Kemenkes Semarang.
Meski jumlah kampus bertambah, kuota penerima beasiswa tahun ini tetap sebanyak 600 orang. Angka tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tahun lalu, dari 603 pendaftar, sebanyak 512 peserta dinyatakan lolos seleksi.
"Harapannya tahun ini pendaftar bisa lebih dari 600, sehingga proses seleksi bisa lebih optimal dengan sistem pembobotan," kata Anni Kamis (23/7).
Untuk mendukung program ini, pemkab mengalokasikan anggaran mencapai Rp 3 miliar per semester. Sementara total anggaran yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp 6 miliar, karena juga mencakup pembiayaan penerima dari angkatan sebelumnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Lebih Awal, Padukuhan Jasem di Bantul Pertama Kali Dilanda Kekeringan
Program ini, lanjut Anni, diperuntukkan khusus bagi mahasiswa baru semester satu yang diterima di perguruan tinggi mitra. Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti berstatus warga Kabupaten Magelang, dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga, serta melampirkan surat rekomendasi dari kepala desa atau lurah.
Tahun ini, mekanisme pendaftaran juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dilakukan secara manual, kini proses seleksi akan dilakukan melalui aplikasi yang tengah disiapkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Magelang.
"Rencananya, pendaftaran akan dibuka sekitar Agustus hingga Oktober, menyesuaikan kesiapan sistem aplikasi tersebut," jelasnya.
Anni menambahkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, terdapat penerima beasiswa yang mengundurkan diri di tengah jalan. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama, terutama terkait biaya hidup selama kuliah di luar daerah.
Baca Juga: Prediksi Skor Qarabag vs CSKA Sofia Kualifikasi Europa League Leg Pertama Putaran Kedua Kamis 23 Juli 2026 Kick Off 23.00 WIB
Selain itu, ada pula penerima yang memilih mundur karena mendapatkan beasiswa lain seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), atau karena diterima bekerja, menjadi perangkat desa, hingga lolos seleksi TNI.
"Kami memang tidak memperbolehkan double funding. Jadi kalau sudah mendapatkan beasiswa lain, harus memilih salah satu," tegas Anni.
Dia melanjutkan, jika ada penerima yang mengundurkan diri, maka tidak akan ada penggantian. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati Magelang Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Pemuda Berprestasi.
Ke depan, Anni berharap, jumlah penerima beasiswa dapat ditingkatkan hingga 1.000 orang, seiring dengan harapan kepala daerah. Namun, realisasi tersebut tetap bergantung pada kemampuan fiskal daerah. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja