MUNGKID - Warga mengeluh soal perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Teluk, Sumberarum, Tempuran, dengan Dusun Jati, Kalinegoro, Mertoyudan. Proyek yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan itu dinilai terlalu lama. Sementara jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian.
Di pertigaan menuju jembatan, sudah ada plang pemberitahuan bahwa jembatan gantung ditutup untuk sementara waktu lantaran dalam proses perbaikan. Selain itu, sebelum jembatan persis, warga menumpuk ranting pohon dan dedaunan supaya tidak ada yang melewatinya.
Warga Dusun Jati Nasrodin menyebut, sejak ditutup untuk kendaraan bermotor pada awal Juli, warga harus mencari jalur lain yang jauh lebih jauh. Jika sebelumnya cukup menyeberang jembatan, kini mereka harus memutar hingga lebih dari 5 kilometer (km) untuk menuju Tempuran atau sebaliknya.
Baca Juga: Cegah Kanker sejak Dini dan Donkrak Kesembuhan, Pemkot Jogja-YKI Segera Lakukan Pendataan Terpadu Pasien
"Kasihan warga, banyak yang kecele. Ini jalan paling dekat satu-satunya," katanya di lokasi Kamis (23/7).
Dia mengatakan, dampak penutupan jembatan praktis terasa, terutama bagi warga yang beraktivitas lintas kecamatan. Lantaran jalur tersebut selama ini digunakan untuk ke pasar, sekolah, hingga ke lokasi wisata pemandian air hangat di wilayah Tempuran.
"Setiap hari ada saja yang lewat, untuk ekonomi, pendidikan, juga wisata. Sekarang semua terdampak," ujarnya.
Baca Juga: Lima Kali Kejadian Keracunan MBG, DPRD Kulon Progo Tuntut Evaluasi Total
Meski demikian, Nasrodin mengaku, tetap mendukung perbaikan jembatan karena faktor keselamatan. Kondisi jembatan sebelumnya dinilai sudah membahayakan, terutama pada bagian konstruksi yang mulai rusak. "Setuju diperbaiki, daripada nanti ada korban. Tapi harapannya bisa dipercepat. Jangan sampai tiga bulan," lontarnya.
Dari informasi yang diterima warga, perbaikan difokuskan pada bagian struktur jembatan. Terutama penguatan sisi kanan dan kiri serta perbaikan sambungan baja yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kalinegoro Arya Putra Ghari membenarkan, jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan dua kecamatan. Selain sebagai jalur warga, jembatan juga menjadi akses menuju kawasan wisata di Sumberarum yang cukup ramai dikunjungi. "Ada wisata pemandian air panas di dekat situ," bebernya.
Baca Juga: Prediksi Skor Qarabag vs CSKA Sofia Kualifikasi Europa League Leg Pertama Putaran Kedua Kamis 23 Juli 2026 Kick Off 23.00 WIB
Sebelum ada perbaikan, pemdes sempat menyampaikan kondisi jembatan yang semakin membahayakan ke pemkab. Namun, proses penanganan sempat terkendala status aset yang belum jelas hingga akhirnya ditindaklanjuti dengan perbaikan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Magelang Priyo Suwarso menyebut, anggaran untuk perbaikan jembatan sekitar tiga bulan ini mencapai Rp 326 juta. Pekerjaan meliputi pemasangan railing, pengelasan baja, serta pengecatan. “Ini memang butuh waktu, tidak bisa instan," jelasnya.
Soal keluhan warga terkait lamanya waktu pengerjaan, durasi tersebut merupakan estimasi maksimal. Namun, dia membuka kemungkinan proyek selesai lebih cepat jika kondisi di lapangan memungkinkan.
"Namanya pekerjaan perbaikan, ada tahapan yang harus dilalui. Tapi kalau bisa selesai lebih awal tentu lebih baik," paparnya. (aya/eno)
Sumber : Radar Jogja