Lima Puluh Ribu Bibit Kopi Ludes Dipesan, Petani di Kabupaten Magelang Kembangkan Robusta Metode Setek

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 06:07 WIB

 

Permintaan pasar terhadap bibit kopi robusta semakin tinggi, membuat petani mengembangkan metode setek.
Permintaan pasar terhadap bibit kopi robusta semakin tinggi, membuat petani mengembangkan metode setek.

 

MUNGKID - Permintaan bibit kopi robusta unggul terus meningkat. Hal itu mendorong petani untuk mengembangkan metode perbanyakan tanaman yang lebih cepat dan seragam.

 Di Kabupaten Magelang, upaya tersebut dilakukan melalui teknik setek yang kini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan petani, meski kapasitas produksi masih terbatas.

Bahkan, satu sentra pembibitan milik pemkab, Kebun Benih Tanggulrejo mencatat lonjakan permintaan signifikan sepanjang 2026.

Baca Juga: Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes, Mentan Amran: Selama Peternak Bisa Produksi Susu, Kami Tidak Akan Impor

Sebanyak 50 ribu batang bibit yang diproduksi tahun ini bahkan telah habis dipesan lebih awal oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah untuk didistribusikan ke kelompok tani.

Pelaksana Kebun Tanggulrejo, Wardoyo mengutarakan, tingginya permintaan tidak hanya berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya, tetapi juga dari luar Pulau Jawa. Dalam beberapa permintaan, jumlah yang diajukan bahkan mencapai ratusan ribu batang.

"Untuk saat ini kami prioritaskan kebutuhan lokal sambil mengoptimalkan kapasitas kebun induk yang ada," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

Baca Juga: Rencana Penerapan Pedestrian di Malioboro, Pedagang Kaos Was-was Merugi

Lonjakan kebutuhan bibit ini, kata dia, sejalan dengan meningkatnya minat petani terhadap budidaya kopi robusta. Terutama yang memiliki produktivitas tinggi dan masa panen lebih cepat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, metode setek dipilih karena mampu menghasilkan bibit dengan sifat genetik yang sama persis dengan tanaman induknya.

Berbeda dengan perbanyakan melalui biji, metode ini dinilai lebih menjamin keseragaman kualitas tanaman. Selain itu, masa produktif tanaman juga lebih singkat.

Baca Juga:  Pesepeda Diizinkan Melintas di Malioboro, Dishub DIY Pastikan Dampingi JLFR

Dia menyebut, bibit kopi hasil setek dapat mulai berbunga dalam waktu sekitar dua tahun setelah ditanam, asalkan pertumbuhan akar berjalan optimal.

Di Kebun Tanggulrejo, lanjut Wardoyo, terdapat empat klon unggulan yang dikembangkan, yakni Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, dan Sehasence. Keempatnya dikenal memiliki produktivitas tinggi, relatif mudah dirawat, serta cocok untuk berbagai kondisi lahan.

Dia menjelaskan, proses pembibitan dilakukan melalui tahapan teknis yang ketat untuk menjaga kualitas. Bahan setek diambil dari tunas ortotrop yang masih dalam kondisi ideal, kemudian dipotong per ruas dan diberi zat perangsang akar.

Baca Juga: SPPG Lalai Tak Gunakan APD Saat Memasak, Diduga Jadi Penyebab Keracunan MBG di SMPN 3 Wates Kulon Progo

Selanjutnya, setek ditanam pada media campuran pasir dan tanah dengan perbandingan seimbang, lalu ditutup rapat menggunakan plastik bening selama dua bulan. Metode ini menjaga kelembapan tanpa penggunaan pupuk kimia pada fase awal pertumbuhan.

Setelah akar terbentuk kuat, kata Wardoyo, bibit dipindahkan ke polibag untuk perawatan lanjutan hingga memenuhi standar siap tanam. Kriteria tersebut meliputi usia 5-8 bulan, tinggi minimal 20 sentimeter, serta memiliki sedikitnya tiga pasang daun.

Untuk menjamin mutu, setiap bibit juga harus melalui proses sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Wardoyo menambahkan, pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan sebelum sertifikat diterbitkan.

Baca Juga: Taklukkan Bali United di Ajang Uji Coba, John Herdman Puas Puji Perkembangan Timnas Indonesia

"Kalau sudah tersertifikasi, petani punya jaminan kualitas. Ini penting supaya hasil tanamnya optimal," kata Wardoyo.

Saat ini, harga bibit kopi robusta unggul bersertifikat dipatok sekitar Rp 7 ribu per batang. Meski seluruh produksi tahun ini telah terserap, Kebun Tanggulrejo tetap membuka pemesanan untuk periode berikutnya dan berencana meningkatkan kapasitas produksi pada tahun mendatang. (aya)

 

Editor : Heru Pratomo
bibit kopi setek tanggulrejo Kabupaten Magelang robusta