KEBUMEN - Seorang pelajar berinisial RS, 12, asal Kecamatan Buluspesantren meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Kedungbener pada Senin (20/7).
Korban ditemukan di bawah Jembatan Merah masuk wilayah Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30. Berawal ketika korban bersama lima temannya bermain dan berenang di Sungai Kedungbener.
Korban kemudian berinisiatif membawa sebatang bambu dan berusaha menyeberangi sungai. Teman korban saat itu sempat memberikan peringatan agar korban tidak nekat karena sungai memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Namun peringatan tersebut tidak diperhatikan hingga korban akhirnya tenggelam. Mengetahui kejadian itu, teman korban kemudian bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Setelah dilakukan upaya penyelamatan, nyawa korban tetap tidak tertolong.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, korban diketahui tidak dapat berenang," kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa, (21/7).
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap tubuh korban.
Kapolres mengimbau agar orang tua selalu intens melakukan pengawasan kepada anak untuk mencegah peristiwa serupa terulang. Orang tua juga diminta untuk memastikan lingkungan bermain anak terhindar dari potensi bahaya. (fid)
Editor : Heru Pratomo