Pelajar Asal Buluspesantren Tenggelam di Sungai Kedungbener, Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Merah

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:45 WIB
Polisi mendatangi lokasi tenggelamnya pelajar di aliran Sungai Kedungbener. (Dokumen Polres Kebumen)
Polisi mendatangi lokasi tenggelamnya pelajar di aliran Sungai Kedungbener. (Dokumen Polres Kebumen)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Seorang pelajar berinisial RS, 12, asal Kecamatan Buluspesantren meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Kedungbener pada Senin (20/7).

Korban ditemukan di bawah Jembatan Merah masuk wilayah Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren.

 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30. Berawal ketika korban bersama lima temannya bermain dan berenang di Sungai Kedungbener.

Baca Juga: Tim Promosi Punya Finansial Lebih Baik, Van Gastel Prediksi Super League 2026/2027 Bakal Lebih Kompetitif

Korban kemudian berinisiatif membawa sebatang bambu dan berusaha menyeberangi sungai. Teman korban saat itu sempat memberikan peringatan agar korban tidak nekat karena sungai memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

 

Namun peringatan tersebut tidak diperhatikan hingga korban akhirnya tenggelam. Mengetahui kejadian itu, teman korban kemudian bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Setelah dilakukan upaya penyelamatan, nyawa korban tetap tidak tertolong.

 

"Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, korban diketahui tidak dapat berenang," kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa, (21/7).

 Baca Juga: Manuskrip Merapi-Merbabu di Magelang Simpan Misteri Literasi Kuno; Diukir di Kedua Sisi tapi Tulisan Tidak Tembus

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap tubuh korban.

 

Kapolres mengimbau agar orang tua selalu intens melakukan pengawasan kepada anak untuk mencegah peristiwa serupa terulang. Orang tua juga diminta untuk memastikan lingkungan bermain anak terhindar dari potensi bahaya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
sungai kedungbener Buluspesantren kebumen pelajar jembatan merah