Dulu Joxzin, yang akronim dari Joko Zinting, adalah geng legendari di Kota Jogja. Tapi kini aktivitas para anggotanya, yang mulai menua, berubah. Bukan lagi di jalanan. Mereka yang tergabung dalam komunitas Joxzin Lawas Jogja-Jateng juga punya perhatian pada lingkungan. Seperti yang dilakukan di Desa Keningar, Dukun, Kabupaten Magelang.
Sedikitnya ada 600 bibit pohon ditanam di Desa Keningar, Dukun. Tepatnya di atas area bekas tambang galian C yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan lingkungan. Upaya itu dilakukan untuk memulihkan lahan rusak di lereng Gunung Merapi.
Kegiatan tersebut diinisiasi komunitas Joxzin Lawas Jogja-Jateng sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun ke-41. Aksi tersebut juga dipadukan dengan kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim.
Baca Juga: Jaka Sangkrip Jadi Nama Yon TP di Kebumen, Punya Fungsi Pertahanan dan Pembinaan Teritorial
Kegiatan tersebut, kata penasehat Joxzin Lawas, Muhammad Zuhaery, merupakan bentuk refleksi atas perjalanan panjang komunitas yang kini bertransformasi menjadi organisasi sosial. "Hakikatnya ini bentuk rasa syukur kami. Kami ingin berbagi sekaligus ikut menjaga alam melalui penanaman pohon dan kegiatan sosial," bebernya, Senin (20/7).
Kegiatan ini bukan sekadar peringatan ulang tahun. Melainkan upaya membangun kesadaran kolektif anggota komunitas agar lebih berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat. "Kami ingin Joxzin semakin matang, semakin punya nilai dan manfaat, baik bagi sesama manusia maupun lingkungan," paparnya.
Kepala Desa Keningar, Rohmat Sayidin menyebut, lokasi penanaman berada sekitar delapan kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi, di ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Area itu merupakan lahan eks galian C yang sejak 2021 mulai direklamasi oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Baca Juga: Modus Bantuan Sembako Kembali Muncul, Lansia di Pasar Sorogenen Kehilangan Cincin Emas
Menurutnya, penanaman ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan lahan. "Harapannya bisa menjaga sumber air sekaligus berdampak pada ekonomi warga ke depan," kata Rohmat
Keberadaan vegetasi di kawasan lereng Merapi sangat penting, terutama untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang maupun aktivitas vulkanik. Minimnya tutupan lahan di area bekas tambang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, termasuk berkurangnya daya serap air.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen di Jateng Siap Beroperasi Mulai 31 Juli 2026
"Dengan tambahan tanaman konservasi ini, kami berharap bisa memperkuat ketahanan lingkungan, baik saat kemarau maupun ketika terjadi erupsi," ujarnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan pembagian santunan kepada 50 anak yatim dari wilayah Kecamatan Dukun. Aksi sosial ini menjadi bagian dari pendekatan komunitas yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo