Dinilai Miliki Basis Kuat di Pesantren, 22 PCNU Jateng Dorong Gus Yusuf Maju Caketum PBNU

Naila Nihayah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:30 WIB
KOMPAK: Puluhan PCNU se-Jawa Tengah mendeklarasikan diri untuk mendukung Gus Yusuf maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Sabtu malam (19/7). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
KOMPAK: Puluhan PCNU se-Jawa Tengah mendeklarasikan diri untuk mendukung Gus Yusuf maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Sabtu malam (19/7). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
 
MUNGKID - Dukungan terhadap KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai berdatangan. Sebanyak 22 PCNU di Jawa Tengah secara terbuka meminta pengasuh API Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo itu bersedia maju dalam Muktamar NU mendatang.
 
Aspirasi tersebut dituangkan dalam maklumat yang dibacakan di Aula Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Sabtu (18/7) malam. Pernyataan bersama itu menjadi penegasan sikap politik organisasi dari sejumlah cabang NU di Jawa Tengah menjelang kontestasi kepemimpinan di tingkat pusat.
 
Perwakilan Forum PCNU se-Jawa Tengah Ahmad Fauzan menuturkan, para pengurus cabang menilai NU membutuhkan figur pemimpin yang mampu meredam dinamika internal. Sekaligus mengembalikan fokus organisasi pada pelayanan umat.
 
Baca Juga: Satpol PP Kota Magelang Luncurkan Jagaraga, Targetkan Respons Aduan Kurang dari 15 Menit
 
Dia mengatakan, dorongan tersebut lahir dari aspirasi masyayikh dan pengurus di daerah yang menginginkan arah organisasi lebih solid dan inklusif. Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjadi titik temu seluruh elemen, merangkul tanpa membedakan latar belakang. 
 
"Serta mengembalikan orientasi organisasi untuk khidmah kepada umat dan jam'iyah," ujarnya. 
 
Selain itu, lanjut dia, maklumat juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah, Qanun Asasi, serta nilai dan tradisi para pendiri NU. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga arah organisasi di tengah tantangan yang semakin kompleks.
 
Baca Juga: PSIM Gelar Latihan Perdana di Stadion Mandala Krida Senin, Tidak Komplet karena Belum Semua Pemain Tiba di Jogja
 
Dari sisi figur, kata Fauzan, para pengurus menilai Gus Yusuf memiliki basis kuat di kalangan pesantren serta pengalaman organisasi yang dinilai cukup untuk menjembatani berbagai kelompok di internal NU. Faktor ini menjadi pertimbangan utama dalam mendorongnya maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.
 
Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yusuf mengatakan, pencalonan dalam Muktamar NU bukan semata soal jabatan. Melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Dia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan organisasi menjelang proses pemilihan.
 
"Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi khidmah. Jika memang diberikan amanah, yang terpenting adalah bagaimana NU tetap guyub, solid, dan fokus melayani umat," lontarnya.
 
Dia menambahkan, Muktamar NU harus menjadi momentum konsolidasi, bukan justru memperdalam perbedaan di internal organisasi. Menurut dia, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjaga kebersamaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga NU. (aya)
Editor : Sevtia Eka Novarita
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) API Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo NU gus yusuf KH Muhammad Yusuf Chudlori