MAGELANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang meluncurkan aplikasi Jagaraga atau Jaga Perda dan Penyelamatan Warga. Inovasi berbasis digital itu diklaim mampu memangkas waktu respons petugas sekaligus membuka ruang pelaporan langsung dari masyarakat secara real-time.
Sebelum laporan dikirim, pengguna diminta mengaktifkan fitur geolokasi agar titik kejadian dapat terdeteksi akurat. Data tersebut kemudian dilengkapi dengan foto atau keterangan pendukung sebagai bahan verifikasi awal di pusat kendali. “Kurang dari 15 menit, regu patroli terdekat harus sudah bergerak ke lokasi," tegas Kepala Satpol PP Kota Magelang OT Rostrianto Minggu (19/7).
Dia mengatakan, standar waktu tersebut menjadi tolok ukur kinerja petugas di lapangan. Jika terjadi keterlambatan penanganan, sistem secara otomatis mengirimkan eskalasi ke tingkat kepala bidang sebagai bentuk pengawasan berjenjang.
Baca Juga: Angkat Potensi 21 Kecamatan lewat Kirab Gunungan, Ketep Summit Fest 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata
Mekanisme ini, kata OT Rostrianto, dapat menutup celah penundaan respons yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat dalam layanan konvensional. Jenis laporan yang dapat disampaikan melalui aplikasi pun cukup beragam.
Dia menyebut, bisa menerima laporan mulai dari gangguan ketenteraman masyarakat, pelanggaran kawasan tertib, hingga kondisi darurat seperti kebutuhan penyelamatan warga dan kejadian kebakaran. Seluruh aduan akan diverifikasi berbasis koordinat untuk meminimalkan laporan palsu maupun spam yang berpotensi mengganggu kinerja petugas.
OT Rostrianto menambahkan, setelah diverifikasi, laporan akan diteruskan melalui disposisi digital kepada regu terkait. Dalam pelaksanaannya, petugas diwajibkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis sesuai dengan ketentuan peraturan daerah.
Baca Juga: 106 Murid SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta Raih Medali IKMC 2026
"Proses penanganan di lapangan juga tidak berhenti pada tindakan, tetapi dilengkapi dengan dokumentasi sebagai bukti tindak lanjut," bebernya.
Hasil penanganan tersebut kemudian diunggah kembali ke sistem, sekaligus menjadi notifikasi bagi pelapor bahwa aduan telah ditindaklanjuti dan ditutup. Skema ini tidak hanya menekankan kecepatan, tetapi juga transparansi, karena masyarakat dapat mengetahui status laporan secara langsung.
Tidak hanya itu, dia menyebut, Jagaraga juga berfungsi sebagai basis data yang merekam seluruh riwayat penanganan gangguan ketertiban umum. Data tersebut akan diolah sebagai bahan evaluasi sekaligus pemetaan wilayah yang rawan pelanggaran atau gangguan ketenteraman di Kota Magelang. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita