Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MBG Dimulai! Harga Bapok Langsung Melesat: Daya Beli Masyarakat Juga Cenderung Turun, Pembeli Berkurang

Muhammad Hafied • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:15 WIB
TRANSAKSI: Pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen sedang melayani pembeli seiring kenaikan harga sejak sepekan terakhir. (M Hafied/Radar Jogja)
TRANSAKSI: Pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen sedang melayani pembeli seiring kenaikan harga sejak sepekan terakhir. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Harga sejumlah kebutuhan pokok (bapok) di pasar tradisional terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut lonjakan harga terjadi seiring program makan bergizi gratis (MBG) kembali aktif setelah libur panjang.

Penjual daging ayam di Pasar Tumenggungan Kebumen Winarti, 38, mengatakan, fluktuasi harga mulai dirasakan setelah program MBG kembali berjalan.

Ramainya permintaan daging dari dapur penyedia MBG dinilai berpengaruh terhadap pasokan barang. Otomatis harga di tingkat pengecer seketika ikut naik. 

"Lumayan drastis naiknya. MBG mulai, harga langsung naik," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Daop 6 Layani 1,2 Juta Penumpang, Stasiun Tugu Masih Jadi Favorit Wisatawan

Winarti menyebut, sebelum MBG kembali aktif, harga daging ayam tingkat eceran dibanderol Rp 28 ribu per kilogram. Namun kini naik sekitar 20 persen atau berkisar Rp 34-35 ribu per kilogram.

Selain berpengaruh ke harga, beroperasinya MBG juga berdampak terhadap permintaan masyarakat. Ia mengamati daya beli masyarakat cenderung turun setelah MBG aktif. 

"Suasananya sudah beda. Sekarang, harga ganti ditambah pembeli berkurang," ujarnya.

Selain daging, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur dan sayuran serta bumbu dapur. Pada musim libur sekolah lalu, pedagang menjual telur ayam ras seharga Rp 22 ribu per kilogram.

Baca Juga: Pemkot Jogja Bergantung Kesiapan Sirip-Sirip, Kejar Target Malioboro Full Pedestrian di November

Sedangkan kini harga dibanderol Rp 26 ribu per kilogram. Pun sama dengan harga bumbu dapur, seperti bawang putih dari sebelumnya dijual Rp 37 ribu, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Di Pasar Tumenggungan, pedagang mengaku telah memperbarui harga kebutuhan pokok sejak sepekan terakhir. Penyesuaian harga ini berlangsung akibat ketersediaan barang di tingkat pengepul semakin menipis sehingga berdampak pada fluktuasi harga.

"Dua hari sebelum anak sekolah masuk, harga terus naik sampai sekarang," ucap pedagang sembako Ali Mastur.

Penjual sayuran Dwi Puji, 40, mengatakan, kenaikan harga paling mencolok terlihat pada sayuran yang kerap menjadi menu MBG. Antara lain edamame atau kedelai muda, dari sebelumnya Rp 18 ribu sekarang dijual Rp 28 ribu.

Baca Juga: Tragis, Seorang Petani Diduga Bunuh Diri di Sebuah Gubuk Ladang Tanjungsari Gunungkidul

Lalu, mentimun harga jual sebelum libur sekolah berkisar Rp 6 ribu saat ini laku Rp 15 ribu. "Barang yang buat dapur, naik semua. Saya tidak berani kulak banyak, takut tidak laku karena harga," tandasnya.

Salah satu pembeli Isyana Ramadani, 31, mengaku kaget dengan kenaikan harga barang di pasar yang cukup drastis.

Menurutnya butuh upaya tersendiri agar harga kembali stabil meski permintaan barang terus meningkat untuk kebutuhan MBG. Dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga. 

"Selisih lima ratus perak saja terasa. Apalagi yang mau buat jualan, harus hitung modal sama penjualan," katanya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
lonjakan harga Mbg Daya Beli Masyarakat Menurun harga bapok naik pasar tradisional