MUNGKID - Pembangunan jalan cor sepanjang 500 meter dan talut penahan tanah mulai dikerjakan di Dusun Piyamanan, Girikulon, Secang. Proyek tersebut menjadi sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang resmi dimulai, Rabu (15/7).
Jalan yang dibangun memiliki lebar 2,5 meter dengan ketebalan 12 sentimeter. Sementara talut yang dikerjakan sepanjang 70 meter dengan tinggi 1,3 meter. Infrastruktur ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari, hingga 13 Agustus 2026.
Perwira Koordinator TMMD Sengkuyung Tahap III, Kapten Arm Sutikno Edha menyebut, pembangunan difokuskan pada peningkatan akses warga yang selama ini masih terbatas. Terutama untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
"Pekerjaan utama jalan cor 500 meter dan talud 70 meter. Harapannya akses warga lebih lancar, terutama untuk aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Dia mengatakan, pelaksanaan TMMD tidak hanya mengandalkan personel TNI, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat melalui gotong royong. Keterlibatan warga dinilai menjadi kunci percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan.
"Kami berharap warga ikut terlibat, sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan hasilnya bisa dirasakan langsung," kata dia.
Baca Juga: Waspada! Musim Kemarau, Pencemaran Udara di Kota Jogja Diprediksi Meningkat
Program TMMD di Girikulon digelontorkan anggaran sebesar Rp 467,75 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Magelang sebesar Rp 300,75 juta dan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 167 juta.
Selain pekerjaan fisik, program ini juga diisi sejumlah kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, serta kesehatan. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi.
Wakil Bupati Magelang Sahid menuturkan, pembangunan infrastruktur desa melalui TMMD diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Terutama dengan terbukanya akses yang lebih baik.
"Dengan akses yang lebih baik, mobilitas warga meningkat dan kegiatan ekonomi bisa berkembang," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo