Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berada di Jalur Rawan dan Dapat Ganti Rp 800 Juta, Warga Relakan Masjid untuk Jalur Darurat Kalijambe

Muhammad Hafied • Senin, 13 Juli 2026 | 23:45 WIB
Masjid Baitul Muttaqin di seberang turunan curam Kalijambe mulai dikosongkan sebelum proses pembongkaran. (M Hafied/Radar Jogja)
Masjid Baitul Muttaqin di seberang turunan curam Kalijambe mulai dikosongkan sebelum proses pembongkaran. (M Hafied/Radar Jogja)

 

PURWOREJO –  Pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) Kalijambe di dekat perbatasan antara Purworejo dan Magelang telah dimulai. Satu masjid dan lima bangunan milik warga terpaksa diratakan guna mendukung kelancaran proyek tersebut.

Ketua RT setempat Iskandar menyampaikan, pembongkaran masjid dan bangunan milik warga tidak datang tiba-tiba. Telah melalui tahap sosialisasi. Dalam proses tersebut masjid mendapat ganti rugi dari pemerintah senilai Rp 800 juta.

Berbeda dengan bangunan milik warga karena berada di atas lahan pemerintah. "Di luar masjid, yang lima bangunan itu tidak ada ganti rugi, 0 persen soalnya di tanah punya PU," ucapnya kepada Radar Jogja, Senin (13/7).

Baca Juga: Pemain Berdarah Yogyakarta Mitchell Baker Resmi Menjadi WNI Setelah Pengambilan Sumpah Kewarganegaraan

Berdasar hasil kesepakatan bersama, ganti rugi yang diterima kemudian digunakan untuk membeli lahan seluas sekitar 500 meter persegi. Lokasinya tak jauh dari titik lahan sebelumnya. "Beli dan garap lahan bisa habis Rp 700 juta, sisanya buat pembangunan masjid," ujarnya.

Di lokasi, sejumlah warga tampak mulai mengumpulkan barang masjid yang masih terpakai sebelum proses pembongkaran. Iskandar mengatakan, warga dan tokoh agama setempat telah merelakan pembongkaran masjid yang selama ini rutin digunakan untuk beribadah.

Mereka tak memprotes upaya pembongkaran masjid tersebut karena dinilai untuk kepentingan bersama. "Warga sudah paham, karena di sini rawan kecelakaan sehingga butuh jalur darurat," katanya.

Baca Juga: Relokasi, MPLS 2026 SMPN 1 Wates Kulon Progo Berlangsung di Gedung Sekolah Terpadu

Sementara itu, Pelaksana Proyek JPD Kalijambe Masrifan Rafian Ahmad menjelaskan, lokasi masjid saat ini akan difungsikan sebagai pengganti badan jalan. Sedangkan jalur darurat akan dirancang persis di lokasi eksisting jalan yang kini digunakan sebagai jalur utama. Dia menyebut terkait pembebasan lahan masjid di luar pagu anggaran yang disediakan untuk pembangunan JPD. "Sebelum kontrak, lahan masjid sudah beres. Nanti dipindah ke posisi atas, di pinggir jalan utama," ucapnya.

Dalam proses pembangunan JPD Kalijambe tersebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 17 miliar. Dari sisi konstruksi, jalan curam yang selama ini dikenal sebagai jalur tengkorak itu akan didesain lebih landai dengan dilengkapi jalur penyelamat. Adapun proyek pengerjaan ditarget rampung pada akhir tahun 2026 mendatang. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
masjid Baitul Muttaqin jalur darurat rawan kecelakaan Kalijambe Purworejo