MUNGKID - Kontes tanaman hias bertajuk “Glowrious Anthurium 4” yang digelar di Sentral Tanaman Hias Bojong Berkembang dipadati warga.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga ruang promosi dan pengembangan pasar tanaman hias, khususnya anthurium.
Ketua panitia, Baihaqi menjelaskan, kontes diikuti peserta dari berbagai daerah dan didominasi breeder asal Jawa Tengah.
"Peserta mayoritas dari Jawa Tengah, tapi juga ada dari luar daerah. Ini bentuk apresiasi kami kepada para breeder," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Sukseskan GAMAS, ASN Laki-Laki Disdik Kabupaten Gunungkidul Wajib Kirim Foto saat Antar Anak Sekolah
Dalam kontes tersebut, terdapat enam kategori yang dilombakan, di antaranya Anthurium Glittery dan Dark Form. Penilaian dilakukan oleh juri dari berbagai daerah untuk menjaga kualitas dan objektivitas penjurian.
Menurut Baihaqi, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hobi atau koleksi, tetapi sudah memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku tanaman hias.
"Tanaman hias ini tidak sekadar hobi, tapi sudah memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares menilai, tanaman hias merupakan komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Meski belum banyak dilirik secara luas.
Baca Juga: Nihil Pendaftar dan Minimnya Jumlah Murid, Empat SD Krisis Siswa Terpaksa Digabung
Dia menyebut, kegiatan kontes seperti ini menunjukkan kemampuan pelaku lokal dalam mengembangkan varietas baru melalui persilangan tanaman.
"Mereka sudah mampu menghasilkan varian baru dengan nilai jual tinggi. Ini menunjukkan potensi besar di sektor tanaman hias," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting untuk mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani milenial di Jawa Tengah masih relatif kecil.
Baca Juga: Usai Prabowo, Kini Titiek Soeharto Datangi Tambak Udang Kebumen, Ada Apa?
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertimbangkan untuk memasukkan kontes anthurium sebagai bagian dari kalender event tahunan. Terutama dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Wakil Bupati Magelang Sahid menyambut baik rencana tersebut. Dia menilai, kegiatan ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Bojong.
"Kegiatan ini bisa menambah penghasilan masyarakat, terutama anak-anak muda di sini," bebernya.
Dia menyebut, pemkab siap jika kegiatan tersebut ditetapkan sebagai agenda tahunan. Menurutnya, pelaksanaan bisa diperluas baik dari sisi lokasi maupun durasi kegiatan.
"Kalau memungkinkan bisa digelar lebih dari satu hari, bahkan beberapa hari agar dampaknya lebih luas," imbuhnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita