RADAR JOGJA - Jawa Tengah menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terbanyak di Indonesia.
Memliki 8.524 unit per akhir Juni 2026 dan disusul ketat oleh Jawa Timur dengan 8.494 unit, selisih hanya 30 koperasi.
Di posisi tiga hingga lima, berturut-turut ditempati Aceh (6.534 unit), Sumatra Utara (6.102 unit), dan Jawa Barat (5.971 unit).
Sementara di peringkat enam hingga sepuluh ada Nusa Tenggara Timur (3.452), Sumatra Selatan (3.267), Sulawesi Selatan (3.081), Lampung (2.651), dan Papua Pegunungan (2.387).
Baca Juga: Kabar Buruk, Swiss Tidak Akan Diperkuat Johan Manzambi Lawan Argentina
Secara nasional, jumlah Kopdes Merah Putih yang terdaftar sudah mencapai 83.383 unit per 29 Juni 2026 yang tersebar di 74.781 desa dan 8.582 kelurahan.
Namun perlu digarisbawahi, angka ini menggambarkan status pendaftaran kelembagaan dan administratif֫.
Jadi bukan berarti seluruhnya sudah beroperasi penuh.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Kopdes/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), baru 60.762 koperasi yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 80.979 memiliki NPWP, dan 50.383 yang sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Khusus Jawa Tengah sebagai provinsi terdepan, dari 8.524 koperasi yang terdaftar, baru 8.150 unit yang memiliki NIB, sementara pembangunan gerai fisiknya sudah mencapai 85,53 persen.
Memperlihatkan bahwa provinsi ini relatif jauh melangkah dibanding rata-rata nasional dalam merealisasikan koperasi dari sekadar terdaftar menjadi benar-benar beroperasi.
Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 21 Juli 2025, melibatkan kolaborasi 16 kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Head to Head Norwegia vs Inggris: Three Lions Masih Unggul, tetapi Viking Pernah Buat Kejutan
Program yang dirancang secara top-down ini berbeda dari koperasi konvensional yang biasanya tumbuh dari inisiatif komunitas, karena tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo menargetkan sedikitnya 60.000 koperasi sudah beroperasi penuh pada akhir Desember 2026.
Editor : Meitika Candra Lantiva