KEBUMEN - Kodim 0709/Kebumen ikut terlibat aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Komitmen ini dibuktikan dengan pembangunan 10 unit jembatan desa yang tersebar di berbagai wilayah.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menjelaskan, Kodim 0709/Kebumen telah mentukan 10 titik pembangunan jembatan. Dari total jembatan tersebut, lima di antaranya telah selesai dibangun.
Adapun spesifikasinya satu jembatan bailey dan empat jembatan beton. Sedangkan lima jembatan yang tersisa masih dalam tahap pembangunan.
"Di Kebumen, terdapat 10 titik pembangunan jembatan," jelasnya saat peresmian Jembatan Garuda di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, Jumat (10/7).
Yuniar menjelaskan, jembatan yang baru saja diresmikan memiliki ukuran panjang 15 meter dan lebar dua meter. Infrastruktur tersebut hadir sebagai akes penghubung Desa Blengorkulon dan Desa Wirogaten di Kecamatan Mirit. Proyeksi manfaat jembatan akan dapat dirasakan sekitar 3.000 warga.
Dia menambahkan, pembangunan jembatan oleh TNI merupakan penjabaran dari program Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran jembatan yang tersebar di berbagai desa tersebut juga sekaligus menjadi bentuk kemanunggalan antara TNI dan rakyat
. Dalam hal ini TNI hadir untuk mendukung pemerataan pembangunan di daerah. "Kami harap sinergi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kebumen," katanya.
Kepala Desa Blengorkulon Kuwat menyatakan, pembangunan jembatan memang telah lama dinantikan warga. Sebelumnya jembatan tersebut dalam kondisi rusak parah sehingga cukup membahayakan pengguna jalan.
Tak jarang warga juga terperosok akibat nekat melintasi jembatan rusak. Warga memilih memanfaatkan jembatan tersebut karena akses dinilai lebih dekat.
Baca Juga: Mampu Mengairi Ribuan hektare Lahan Pertanian, Bendungan Jlantah Pekuat Ketahanan Pangan Jateng
"Dulu, jembatan ini sangat rawan. Sudah tercatat 10 warga terjatuh beserta motornya ke sungai," ungkapnya.
Dia bersama warga mengaku senang dengan pembangunan jembatan tersebut karena menjadi infrasruktur vital guna mendukung aktivitas warga. Menurut kades kini warga tak lagi berhadapan dengan ancaman terperosok karena kondisi jembatan cukup representatif. (fid)
Editor : Heru Pratomo