Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untuk Perputaran Ekonomi, Proyek Daerah di Kebumen Diminta Pakai Genteng hingga Batu Bata Lokal

Muhammad Hafied • Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:30 WIB

 

Rombongan Komisi D DPRD Kebumen meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di desa perbatasan antara Kebumen dan Banjarnegara. (M Hafied/Radar Jogja)
Rombongan Komisi D DPRD Kebumen meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di desa perbatasan antara Kebumen dan Banjarnegara. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

KEBUMEN - Komisi D DPRD Kebumen meminta pelaksanaan proyek daerah tetap berpihak pada pengusaha lokal. Salah satu upayanya melalui prioritas penggunaan material asli Kebumen agar memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di daerah.

Anggota Komisi D DPRD Kebumen Erwin Puji Oktiana mengatakan, pelaksanaan infrastruktur daerah mestinya tidak hanya berorientasi pada capaian pekerjaan fisik, namun juga perlu memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

 Ia tak ingin pembangunan di Kebumen jusrtru dinikmati pengusaha luar daerah karena pengusaha lokal tidak begitu dilibatkan. "Kami tidak ingin pelaku usaha lokal cuma jadi penonton. Di sini butuh keberpihakan," katanya, Jumat (10/7).

Baca Juga: Pengendara Tak Lagi Bisa Tembus ke Koridor Utama dari Jalan Sirip, Penerapan Full Pedestrian Diberlakukan Bertahap 13 Jam

Ia mengambil contoh, ketika kebutuhan material berpihak pada pengusaha lokal, secara otomatis nilai belanja pembangunan untuk kebutuhan infrastruktur tidak seluruhnya mengalir ke luar daerah.

Dengan begitu, ketika intervensi ini dilakukan akan memiliki efek ganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga perputaran ekonomi. "Cukup efektif untuk menekan angka pengangguran. Sirkulasi uang tentu akan ada di Kebumen," jelasnya.

Erwin mengungkapkan, dalam beberapa kunjungan komisi di lokasi proyek, masih ditemukan komponen material bukan dari produk lokal. Padahal, kata dia, di Kebumen juga telah tersedia berbagai kebutuhan material bangunan, seperti genting, batu bata merah, pasir hingga beton.

Baca Juga: Fasilitas Taman hingga Tanaman Perindang di Kulon Progo Kerap Hilang, DLH Minta Warga Melapor Bila Melihat Aktivitas Mencurigakan

"Penyedia jasa dan konsultan sudah kami ingatkan, kalau ada barang di sekitar kenapa perlu ambil jauh-jauh," bebernya.

Komisi D, kata Erwin, akan terus mendorong penyedia jasa dan pemerintah daerah berpihak pada pengusaha lokal, baik dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Meski begitu, ia menegaskan prinsip keberpihakan bukan berarti mengabaikan standar mutu dan kualitas dalam pelaksanaan proyek.

Semua itu harus melalui ketentuan pengadaan barang dan jasa agar menimbulkan persaingan sehat antar pengusaha. "Bukan untuk dimanja, tapi sebagai ruang untuk berkontribusi. Material lokal yang digunakan juga harus sesuai spek, tidak asal-asalan," ucapnya.

Baca Juga: Berantas Kusta di Jateng, Ahmad Luthfi Andalkan Program Speling untuk Skrining

Sementara itu, pengawas proyek Gedung Puskesmas Nafi Muhamain Solihin mengatakan, dalam pelaksanan proyek pemerintah pihaknya tetap memperhatikan material lokal. Terlebih lagi sudah ada perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Seperti halnya pembangunan di puskesmas pembantu Desa Pegempon juga menggunakan batu bata dan genting dari lokal Kebumen. "Sudah diupayakan betul, genteng ambil di sentra Desa Kedungwinangun. Batu bata juga begitu," katanya. (fid/pra)

 

)

Editor : Heru Pratomo
#Genteng Energi #kebumen #puskesmas #batu bata #Perputaran Ekonomi