KEBUMEN - Ketua Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN 2 Kebumen Anung Mashudi menegaskan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap konsep modifikasi sepeda motor.
Menurutnya, perombakan komponen motor tidak melulu soal selera dan gaya, tetapi juga perlu mempertimbangkan fungsi kendaraan ketika digunakan.
Dia pun ikut menyoroti maraknya modifikasi pada sistem suspensi atau shockbreaker.
Guru studi otomotif ini menilai perubahan shockbreaker terlalu rendah berpotensi menimbulkan ketidaknyamaan.
Terutama ketika sedang berkendara melintasi medan terjal dan tidak rata. "Pabrik itu sudah mengukur, ruang gerak suspensi yang benar-benar aman itu berapa," katanya saat ditemui Jumat (3/7/2026).
Dia menerangkan shockbreaker memiliki peran sentral karena berfungsi sebagai peredam kejut pada kendaraan.
Komponen pada bagian depan dan belakang sepeda motor ini juga menjadi penopang untuk menjaga kestabilan dalam berkendara.
"Ketika ruang gerak terbatas, kenyamanan bisa berkurang," sambungnya.
Anung mengatakan, modifikasi sistem suspensi pada kendaraan perlu dilakukan dengan perhitungan cermat.
Baca Juga: Fasilitas Minim, Komisi IV DPR RI Berencana Bantu Pengembangan Konservasi Penyu Pantai Gua Cemara
Sebab jika hal ini diabaikan, berpotensi akan merusak komponen lain. Apalagi jika setiap saat kerap melewati jalan berlubang.
Konsekuensi paling masuk akal yang timbul, menurutnya, akan merusak bagian stang kemudi motor atau lebih dikenal komstir.
"Sering kena benturan, komstir cepat rusak. Buat belok pasti kurang nyaman. Kalau tidak stabil, bahaya," terangnya.
Selain perubahan ukuran, hal penting lain yang perlu diperhatikan dalam modifikasi sistem suspensi adalah perawatan.
Baca Juga: Optimalisasi TPST Modalan Masuk Tahap Lelang, Kapasitas Pengolahan Sampah Ditarget Naik Jadi 60 Ton
Pemilik kendaraan juga hendaknya dapat memastikan ganti oli shockbreaker dilakukan secara rutin.
Disarankan pergantian oli sokbreker paling tidak terhitung jeda waktu dua kali pergantian oli mesin.
Di samping itu, pemilik kendaraan juga perlu ketepatan dalam pemilihan oli. Idealnya, shockbreker yang telah dimodifikasi dengan posisi rendah menggunakan kadar oli lebih kental agar daya redam semakin optimal.
"Itu kan ruang gerak terbatas. Kalau oli semakin encer, tekanan semakin ringan," jelasnya. (fid/laz)
Editor : Herpri Kartun