KEBUMEN - DPRD Kebumen akan terus mendorong pemerataan layanan kesehatan agar dapat menjangkau hingga wilayah pelosok. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan mendekatkan akses pelayaan melalui pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Anggota Komisi D DPRD Kebumen Agung Nur Wahid mengatakan, pembangunan infrasruktur kesehatan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan saja. Pemerataan fasilitas hingga menjangkau desa terpencil juga perlu menjadi perhatian.
Dengan begitu, hak masyarakat desa memperoleh akses kesehatan yang layak dapat terpenuhi. "Kami trenyuh ketika dengar kabar warga jauh kalau mau berobat. Ini yang akan kami kawal," katanya saat peninjauan proyek pustu di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kamis (9/7).
Agung menjelaskan, sebelumnya DPRD sempat tarik ulur dengan eksekutif terkait penentuan titik pembangunan pustu. Di mana terdapat sejumlah usulan titik pustu di dekat kota. Namun demikian, DPRD melalui badan anggaran (banggar) menolak dengan tegas karena dinilai tidak ada urgensi pustu berada di wilayah dekat pusat pemerintahan.
"Ada usulan yang masuk, tapi dekat dengan kota. Kami coret, pindah ke daerah utara," jelasnya.
Menurut Agung, keberadaan pustu mestinya menjadi jawaban bagi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari puskesmas maupun rumah sakit. Hadirnya fasilitas yang lebih dekat masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi kendala biaya maupun waktu karena harus menempuh jarak jauh.
"Komisi kemudian pemetaan mana saja wilayah yang terbatas fasilitas akses kesehatan," ucap Agung.
Pada kesempatan itu rombongan Komisi D DPRD Kebumen melaksanakan peninjauan atau inspeksi mendadak (sidak) pembangunan pustu di dua titik. Di awali sidak di proyek Pustu Desa Pengempon, Kecamatan Sruweng. Kemudian rombongan bergeser ke wilayah perbatasan antara Kebumen dan Banjarnegara, tepatnya di Pustu Desa Somagede, Kecamatan Sempor.
Ketua Tim Sarana dan Prasarana Dinkes PPKB Kebumen Joko Irianto mengatakan, pembangunan pustu yang tersebar di berbagai kecamatan bertujuan untuk mendukung program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digagas Kementerian Kesehatan.
Kehadiran pustu ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Konsepnya penunjang layanan dasar kesehatan. Mendekatkan jangkauan ke masyarakat," ungkapnya.
Irianto mengatakan, tahun ini Dinkes PPKB akan membangun tujuh titik pustu. Tersebar di Desa Somagede, Desa Gunungsari, Desa Pengempon, Desa Ampih, Desa Jatiroto, Desa Karangtanjung dan Desa Penimbun. Adapun kebutuhan anggaran yang disiapkan untuk pembangunan gedung pustu rata-rata menghabiskan Rp 600 juta.
Setiap pustu, kata dia, akan tersedia fasilitas meliputi ruang pemeriksaan, ruang obat dan ruang peralatan. Dalam pelayanan masyarakat ketujuh pustu tersebut akan dilengkapi dengan tenaga medis pendukung seperti dokter, bidan dan perawat serta kader kesehatan. "Sudah ada mekanismenya. Misal barang habis pakai dan obat diambil ke puskesmas induk," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo