MAGELANG - Pemkot kembali menghelat Magelang Fair 2026 di alun-alun, 8-12 Juli 2026. Dalam ajang pameran ekonomi tahunan ini, pemerintah menargetkan perputaran uang mencapai Rp 2,5 miliar. Jumlah itu tidak hanya bertumpu pada transaksi di dalam arena pameran, tetapi juga diharapkan merembet ke sektor lain.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah mengutarakan, sekitar 150 peserta terlibat dalam gelaran ini. Mereka terdiri atas pelaku usaha individu maupun kelompok yang memamerkan beragam produk dan layanan.
"Selain pameran produk dan jasa, kami juga berkolaborasi dengan Imigrasi dan instansi lain untuk sosialisasi program," kata Syaifullah, Rabu (8/7).
Baca Juga: Polemik Artjog 2026, Begini Peran Didit Putra Presiden Prabowo di Balik Dukungan Sponsor
Dia menilai, Magelang Fair tidak lagi sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi diarahkan sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi riil masyarakat. Karena itu, pemerintah tetap memasang target perputaran uang yang relatif tinggi, meski bukan hal yang mudah.
"Itu (target Rp 2,5 miliar) memang tidak ringan, tapi kami ingin ada dampak langsung ke pelaku usaha, khususnya UMKM," bebernya.
Sebab, Syaifullah optimistis, target itu akan ditopang oleh potensi kedatangan pengunjung dari luar daerah. Kehadiran mereka dinilai mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal.
Analis Bidang Perdagangan Ahli Muda, DPPKUM Kota Magelang Budi Imam Hakim menjelaskan, aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di lokasi pameran.
Tetapi juga akan menyebar ke berbagai sektor pendukung, termasuk di selter kuliner Tuin Van Java (TVJ). "Pengunjung dari luar daerah biasanya tidak hanya datang ke pameran, tapi juga menginap dan berbelanja," terangnya.
Selain pameran produk unggulan, Magelang Fair 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung. Seperti gelar seni dan budaya, festival kuliner, festival koperasi merah putih, temu bisnis, workshop, hingga senam massal dalam rangka Hari Koperasi Nasional.
Baca Juga: Tak Sekadar Tampung Aspirasi, Rumah Rakyat Jateng Kini Jadi Pusat Layanan Adminduk
Sejumlah agenda lain seperti sosialisasi program pemerintah, pemberian penghargaan, dan perlombaan juga turut meramaikan rangkaian acara.
Dengan mengusung tema Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Ekonomi Kerakyatan, Budi berharap, kegiatan ini mampu memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo