Warga Pancuranmas, Secang menerima uang ganti kerugian (UGR) sebanyak Rp 4,2 miliar. Itu karena lahan pertanian seluas 3.379 meter persegi terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen. UGR tersebut rencananya bakal dibagi sama rata dan membadalkan haji anggota keluarganya.
Perwakilan keluarga, Asofa menyebut, proses pencairan UGR memakan waktu sekitar dua tahun. Lahan pertanian itu diganti dengan nilai mencapai Rp 4.215.188.900. "Yang kena sawah semua. Dulu ditanami padi," ujarnya di Balai Desa Banyusari, Selasa (7/7).
Uang tersebut, kata dia, rencananya akan dibagi kepada tujuh ahli waris, yakni enam anak dan seorang ibu, karena lahan tersebut merupakan milik almarhum ayahnya.
Baca Juga: SPMB Cadangan Ditutup, Mayoritas Kursi Kosong SMA Negeri di Kota Jogja Akhirnya Terisi
Selain dibagi rata, sebagian dana juga akan digunakan untuk badal haji ayahnya dan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Sementara itu, warga Tampingan, Tegalrejo, Muh Heri Siswanto menyebut, ada total enam bidang tanah miliknya terdampak proyek tol. Namun hingga kini, baru dua bidang dengan luas sekitar 600 meter persegi yang telah menerima pembayaran.
Dia mengaku, sebagian dana yang telah diterima sebelumnya telah dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, termasuk dalam kontestasi politik. "Itu tanah pekarangan. Kalau ditotal enam bidang sekitar Rp 3 miliar, tapi belum cair semua," jelasnya.
Baca Juga: Dinilai Lamban, Progres Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen di Magelang Disorot DPRD Kabupaten Magelang
Panitia Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang Adi Cahyanto menjelaskan, pembayaran UGR kali ini mencakup beberapa kecamatan. Di antaranya Grabag, Tegalrejo, Secang, Muntilan, Mungkid, dan Candimulyo.
Dia menyebut, terdapat sekitar 70 bidang tanah dengan total luas 5,7 hektare yang telah dibayarkan dengan nilai mencapai Rp 67,8 miliar. "Rerata itu rumah pekarangan, ada juga beberapa sawah, termasuk yang luas di Candisari," kata Adi.
Baca Juga: Korupsi MBG Jadi Sorotan Masyarakat, Kejari Kebumen Petakan Kerawanan
Dia mengakui, sempat terjadi jeda pembayaran selama sekitar dua bulan, namun proses akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, progres pembebasan lahan bervariasi di tiap seksi. Untuk seksi 2 dan 3, capaian sudah melampaui 80 persen.
Namun untuk seksi 4 dan 5, progres masih belum optimal sehingga menjadi fokus percepatan. "Target kita 80 persen di bulan September. Karena syarat pembangunan bisa masuk itu minimal 80 persen pembebasan lahan harus sudah selesai," terangnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo