MUNGKID - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Magelang-Purworejo, tepatnya di kawasan Pasar Kalangan, Dusun Kalangan, Sidomulyo, Salaman, Selasa (7/7) sekitar pukul 00.15. Dua mobil dari arah berlawanan terlibat adu banteng yang mengakibatkan empat orang luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis dan akhirnya meningga dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Magelang Iptu Ricky S Hartono menjelaskan, kecelakaan bermula saat Daihatsu Taruna yang dikemudikan IS, 54 warga Kendal melaju dari arah Purworejo menuju Magelang. Sesampainya di lokasi, kendaraan diduga melebar ke kanan.
"Hingga melintasi marka tengah jalan dan masuk ke jalur berlawanan," bebernya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Melodi Senja di Puncak Sosok saat Lagu "About You" Mengubah Bukit Bantul Menjadi Sinematik
Pada saat yang bersamaan, dari arah Magelang menuju Purworejo melaju pikap Mitsubishi L-300 yang dikemudikan W, 27 warga Kebumen. Jarak kedua kendaraan yang terlalu dekat membuat pengemudi tidak mampu melakukan pengereman sehingga terjadi tabrakan.
Ricky mengatakan, benturan keras terjadi di badan jalan dan menyebabkan bagian depan kedua kendaraan ringsek parah. Akibat kecelakaan tersebut, IS mengalami cedera kepala serta patah tulang pada kedua kaki dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tidar dalam kondisi kritis. Lalu, meninggal usai mendapat perawatan.
Sementara penumpangnya, AT, 23 mengalami patah tulang pada kedua tangan. Kemudian, pengemudi pikap, W mengalami cedera kepala dan patah tulang kaki kanan. Penumpangnya, LFN, warga Kebumen juga mengalami cedera kepala.
Baca Juga: Dinilai Lamban, Progres Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen di Magelang Disorot DPRD Kabupaten Magelang
Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dia menambahkan, petugas yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan saksi-saksi.
"Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi maupun faktor lain di lokasi kejadian," jelas Ricky. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo