KEBUMEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen sedang memetakan potensi kerawanan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah langkah intervensi dilakukan sebagai upaya preventif agar program tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Kasi Intel Kejari Kebumen Sulistyohadi mengatakan, pemetaan kerawanan dilakukan menyusul mencuatnya kasus korupsi yang menyeret sejumlah nama pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dari kasus ini pihaknya kemudian bergerak dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan di tingkat daerah. "Di pusat (BGN) sudah ada ditetapkan tersangka, kemudian di daerah ramai, kami turun melakukan pendataan dapur," katanya saat ditemui, Selasa (7/7).
Kepada Radar Jogja, Sulistyohadi menyatakan Kejari Kebumen sifatnya hanya membantu Kejaksaan Agung (Kejagung). Yakni dalam mencari keterangan atau data tambahan di daerah terkait pusaran korupsi di tataran BGN.
Langkah ini menjadi bagian dalam pengungkapan kasus, barangkali terdapat fakta lain soal penyimpangan oleh yayasan atau mitra dapur MBG di Kebumen yang terafiliasi eks pimpinan BGN. "Di Kebumen sementara ini belum ditemukan permasalahan serius seperti di pusat," ucapnya.
Baca Juga: Perkuat Program Kecamatan Berdaya, Ahmad Luthfi Gandeng Ribuan Mahasiswa Universitas Diponegoro
Kejari, kata dia, sejauh ini belum melakukan pemeriksaan terkait persoalan kasus korupsi program MBG. Langkah yang dilakukan baru sebatas pengumpulan data guna mendukung pengungkapan kasus yang sedang ditangani kejaksaan agung. Meski begitu, ke depan kejari akan fokus melakukan fungsi pengawasan dan penindakan dalam pelaksanaan program MBG. "Di sini kami melakukan pengawasan lebih ketat lagi, terkait program kegiatan asta cita presiden," bebernya.
Sebelumnya, Jumat (19/6) di Kebumen sempat terjadi aksi damai oleh Aliansi Kebumen Bersatu yang mendukung agar program MBG tetap berlanjut. Aspirasi ini kemudian direspon langsung Ketua DPRD Kebumen. Pada prinsipnya ketua dewan menyatakan dukungan atas program prioritas presiden yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. "Kami akan kawal apa yang menjadi program presiden," ucap Orator Aksi Parjono di depan gedung DPRD Kebumen.
Di kesempatan lain sejumlah mahasiswa mendorong adanya perbaikan dalam tata kelola MBG. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kebumen Sarif Hidayat menyatakan, dalam aksinya terdapat aspirasi dan sejumlah tuntutan yang perlu disikapi bersama.
Salah satunya menyangkut supremasi sipil dan evaluasi program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Mereka menilai dua program tersebut bobrok secara manajerial. Terbukti, pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi. "Kerakusan pejabat korup ternyata di depan kita. Ini yang menjadi keperihatinan," ujarnya. (fid)
Editor : Bahana.