Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekeringan Hantam 16 Kecamatan, BPBD Purworejo Guyur 7 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang

Muhammad Hafied • Senin, 6 Juli 2026 | 07:08 WIB
BPBD Purworejo saat melakukan droping air bersih di salah satu desa di Kabupaten Purworejo.
BPBD Purworejo saat melakukan droping air bersih di salah satu desa di Kabupaten Purworejo.

 

PURWOREJO – BPBD Purworejo mulai berjibaku menghadapi dampak kemarau panjang di sejumlah wilayah. Distribusi air bersih kini mulai disalurkan ke kantong-kantong rawan kekeringan. Alokasi anggaran serta sarana dan prasarana pendukung telah disiapkan sebagai intervensi menghadapi musim kemarau.

Kepala BPBD Purworejo Wasit Diono mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan guna mitigasi kekeringan dampak selama kemarau panjang. BPBD juga dipastikan hadir agar kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau terpenuhi. Kolaborasi lintas sektor juga akan dilakukan agar dampak risiko kemarau dapat teratasi secara komperehensif. "

Wasit mengatakan, pelepasan perdana armada distribusi air bersih telah dilakukan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Kamis (2/7).

Baca Juga: Wisatawan ’Parkir’ Kendaraan di Tengah Jalan, Terjebak Berjam-jam, Kemacetan Mengular di Jalur Menuju Pantai Gunungkidul

Penyaluran air bersih pertama dikirim ke Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen sebagai salah satu desa yang telah merasakan kekeringan. "Sudah dikirim kemarin 10 ribu liter.  Lokasi di tiga dusun untuk 762 kepala keluarga terdampak," jelasnya kepada Radar Jogja, Minggu (5/7).

Berdasar pemetaan awal, BPBD Purwoejo mencatat terdapat 16 wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau. Meliputi Kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Butuh, Kutoarjo, Bayan, Banyuurip, Bruno, Pituruh, Kemiri, Purworejo, Kaligesing, Bener, Loano dan Gebang. BPBD sendiri akan mengirim bantuan air bersih merujuk pada permohonan dari pemerintah desa serta hasil asesmen petugas.

"Bisa telepon atau bersurat. Kami TL (tindak lanjut) ke lapangan," kata Wasit.

Baca Juga: Real Madrid Umumkan Denzel Dumfries sebagai Rekrutan Anyar Keempat

BPBD, kata Wasit telah menyiapkan sedikitnya tujuh juta liter air bersih atau setara 218 lebih tangki untuk menghadapi musim kemarau panjang. Bantuan tersebut diambil dari sumber anggaran khusus bencana serta instansi terkait melalui program tanggungjawab sosial perusahaan.

 BPBD juga memastikan air bersih yang dikirim untuk mencukupi kebutuhan warga layak untuk dikonsumsi. "Ada asesmen. Kami juga memperhatikan aspek kualitas air," bebernya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Puworejo Yeniar Arbayanto menambahkan, berdasar perkiraan BMKG, musim kemarau tahun 2026 berlangsung selama 4,5 hingga 6 bulan.

Baca Juga: Gantikan Julian Nagelsmann, Jürgen Klopp Sepakat Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman

Dia menyebut periode awal musim kemarau di Puworejo telah berlangsung sejak April hingga Juni lalu. Adapun musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering ketimbang dari tahun sebelumnya.

 Kondisi ini akibat dampak perubahan iklim dari munculnya fenomena El Nino. "Di prediksi puncak kemarau itu Agustus," jelasnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#wasit diono #el nino #Kemarau Panjang #BPBD Purworejo #air bersih