KEBUMEN - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kebumen diajak cakap menulis sebagai bagian jihad dalam dakwah Islam. Ajakan tersebut ditegaskan saat pelatihan kepenulisan yang digagas Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) NU Kebumen di Pesantren Al Kahfi Somalangu, Sabtu (4/7).
Sekretaris PCNU Kebumen Muhiban mengatakan, kader NU di setiap kepengurusan perlu mempertajam kemampuan menulis sebagai sarana dakwah islam di tengah era digital. Di samping itu warga NU juga perlu merespons perkembangan informasi yang kini semakin cepat dan tak terbendung.
Keterampilan menulis di kalangan NU diharapkan menjadi bagian merawat tradisi keilmuan yang berpijak pada nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. "Kegiatan hari ini bagian dari jihad lewat tulisan, karena butuh kesabaran dan perjuangan," ujarnya saat membuka pelatihan kepenulisan LTN NU Kebumen.
Baca Juga: Gantikan Julian Nagelsmann, Jürgen Klopp Sepakat Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman
Muhiban menyatakan, sudah saatnya kader NU menerapkan resolusi jihad melalui tulisan. Meski begitu, dia berpesan agar setiap karya tulisan dapat membawa pesan menyejukkan bagi masyarakat. Dengan semakin banyaknya warga NU cakap menulis, dia yakin dakwah Islam dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat secara relevan sesuai perkembangan zaman.
"Bagaimana nanti, khazanah keilmuan NU itu terpublikasi dan menjadi inspirasi bagi umat," jelasnya.
Agenda pelatihan yang berlangsung dua hari ini diikuti sedikitnya 80 peserta. Mereka berangkat dari perwakilan 26 pengurus NU di tingkat kecamatan dan berbagai badan otonom serta pesantren di Kebumen. Selama pelatihan peserta dibekali kemampuan tentang jurnalistik dasar hingga menelaah informasi yang berkembang di berbagai platform media.
Baca Juga: Baru Dua Bulan Pindah, Pemuda asal Surabaya Ditemukan Meninggal di Gunungkidul
Ketua LTN NU Kebumen Benny Kurniawan mengatakan, program pelatihan kepenulisan hadir sebagai jawaban agar kader NU tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penyaji informasi. Dengan begitu, dakwah Islam bukan sekadar melalui mimbar, namun juga dapat diakses dengan media yang tersedia.
LTN juga telah menyediakan kanal khusus untuk menampung setiap karya kader agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. "Bisa dilihat ruang digital lebih didominasi mereka dari non NU. Artinya ini perlu disikapi bersama," ucap Benny yang juga Rektor IAINU Kebumen itu.
Benny mengatakan, kegiatan pelatihan juga menjadi ruang belajar bersama bagi warga NU untuk membangun budaya literasi. Lewat tulisan, kata dia, keder progresif NU dapat dengan leluasa menyampaikan berbagai program organisasi di lingkungan masing-masing.
Dia juga mendorong agar peserta nantinya mampu menuangkan gagasan atau opini serta pengalaman yang ada dalam bentuk tulisan. "Seluruh unsur NU dipandang perlu punya skill menulis dan bermedsos untuk memperluas khidmah. Kultur NU juga perlu mewarnai ruang digital," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo