KEBUMEN - Perum Bulog memastikan minyak goreng bantuan pangan pemerintah yang diterima masyarakat Kebumen steril dari campuran solar. Sejauh ini, Bulog juga belum menerima satupun laporan atau aduan soal minyak goreng terkontaminasi solar.
Kepala Gudang Bulog Kebumen Dwi Purwanto mengatakan, pendistribusian program bantuan pangan pemerintah berupa minyak goreng dan beras telah selesai pada awal Juni lalu. Sehingga praktis bantuan tersebut sebagian besar kini telah digunakan, tanpa ada komplain dari masyarakat.
"Bulan kemarin terakhir pernyaluran. Misal minyak goreng bau solar, pasti sudah ada laporan dari lama," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (3/7).
Baca Juga: Naik Motor, Pengedar Sabu asal Sleman Incar Wilayah Purworejo dan Kebumen
Bulog, kata Dwi, mendapat penugasan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk proses penyaluran program bantuan pangan pemerintah. Meski demikian, pihaknya juga tetap selektif dalam pendistribusian barang bantuan.
Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diterima masyarakat layak konsumsi. "Intinya gudang cuma terima barang. Setelah itu kami cek, ketika ada kerusakan langsung return," jelasnya.
Dia menyebut, hingga Juni lalu kuota bantuan minyak goreng yang telah terdistribusi di Kebumen sebanyak 434.088 liter. Sedangkan beras totalnya mencapai 4.340 ton. Kedua jenis bantuan itu telah disalurkan untuk 217.044 keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun setiap KPM mendapat jatah bantuan masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Selain di Kebumen, minyak goreng bantuan pemerintah yang terdistribusi di Purworejo juga dipastikan aman. Bulog Purworejo sejauh ini belum menemukan paket minyak goreng bantuan pangan yang terkontaminasi solar. "Alhamdulillah aman. Di wilayah Kedu belum ada laporan," kata Kepala Gudang Bulog Butuh Sidik Sugiharto.
Baca Juga: Penyertaan Modal PT AUKJ Distop Sementara, DPRD Kebumen Minta Manajemen Perusahaan Berbenah Diri
Seperti diketahui, belum lama ini masyarakat Jawa Tengah resah dengan temuan minyak goreng terkontaminasi solar.
Hal ini dirasakan masyarakat di berbagai daerah, seperti Grobogan, Klaten, Karanganyar hingga Wonogiri. Atas temuan tersebut seluruh produk minyak goreng yang bermasalah langsung ditarik dari peredaran.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kebumen Haryono Wahyudi menyampaikan, pemantauan rutin terus dilakukan sebagai upaya pengawasan serta deteksi dini keamanan pangan.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik karena di Kebumen sendiri belum ada temuan minyak goreng bantuan pemerintah terkontaminasi solar. "Belum ada laporan masuk. Kami juga terus koordinasi supaya distribusi minyak subsidi tidak terganggu," ucapnya. (fid/laz)
Editor : Herpri Kartun