KEBUMEN - Komisi D DPRD Kebumen meminta pembangunan Lapangan Manunggal Gombong memperhatikan aspek aksesibilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Hal ini karena fasilitas publik dibangun dengan anggaran pemerintah, sehingga harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sekretaris Komisi D DPRD Kebumen Solichudin mengatakan, penerapan prinsip aksesibilitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipenuhi, termasuk dalam pembangunan Lapangan Manunggal Gombong.
Baca Juga: Program Kecamatan Berdaya Terus Berproses, Targetkan Tahun Ini Terealisasi Seluruhnya
“Kami sedang mendorong bagaimana fasilitas publik di Kebumen ramah anak, perempuan dan disabilitas. Jangan sampai itu diabaikan," kata di sela inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pelaksanaan proyek, Rabu (1/7/2026).
Dalam sidah tersebut, rombongan Komisi D mengingatkan agar penyedia jasa maupun dinas terkait memastikan desain dan pelaksanaan pekerjaan mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas.
Seperti jalur khusus maupun fasilitas untuk kebutuhan disabilitas. Selain itu sarana pendukung lainnya yang diharapkan menjadi bagian pembangunan ramah disabilitas.
"Perlu diperhatikan, banyak saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujarnya.
Baca Juga: BBPTKG Ingatkan Tingginya Potensi Erupsi Eksplosif Mendadak Gunung Merapi
Selain menyoroti aspek aksesibilitas, kata Solichudin, DPRD meminta agar pembangunan lapangan yang menyerap anggaran Rp 7 miliar tersebut memperhatikan aspek kualitas dan ketepatan waktu perkerjaan.
DPRD juga menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Harapan kami pembangunan ini menjadi ruang publik yang inklusif," bebernya.
Baca Juga: Pengamat Ekonomi Soroti Profesionalisme Manajer Jadi Kunci Keberhasilan Koperasi, Ini Penjelasannya
Seperti diketahui, pembangunan Lapangan Manunggal Gombong dibangun dengan dana alokasi umum (DAU) APBD senilai Rp 7 miliar.
Dalam papan proyek disebutkan proses pembangunan akan berlangsung 120 hari kerja dengan target penyelesaian 15 Oktober 2026. Rencananya lapangan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain jogging track atau jalur lari hingga pusat kuliner.
Sementara itu, pelaksana proyek Adiatma Kurniawan memastikan, proyek tersebut tetap memperhatikan kebutuhan disabilitas. Sejauh ini belum menemui kendala berarti dalam pembangunan fasilitas publik tersebut.
Proses pembangunan akan berlangsung dua tahap dengan target yang telah ditentukan.
"Sudah 7 persen. Capaian sudah lebih dari target. Jalur khusus disabilitas nanti tersedia," bebernya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita