Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kebumen Masuk Daerah Paling Melek Literasi se Jawa Tengah, Warga Usul Perpusda Buka sampai Malam

Muhammad Hafied • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB
Masyarakat antusias memanfaatkan layanan yang tersedia di perpustakaan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)
Masyarakat antusias memanfaatkan layanan yang tersedia di perpustakaan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Kabupaten Kebumen menduduki peringkat daerah dengan nilai literasi tertinggi di Jawa Tengah tahun 2025. Capaian ini dinilai sebagai wujud konket dari semangat masyarakat Kebumen dalam merawat budaya literasi.

 

Berdasar data yang ada perolehan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Kebumen menunjukkan nilai lebih tinggi ketimbang daerah lain. Tercatat nilai IPLM Kabupaten Kebumen berada pada skor 40,36. Disusul IPLM peringkat kedua diraih Kabupaten Grobogan dengan nilai 37,12 dan peringkat ketiga yaitu Kota Magelang dengan nilai 29,40.

 

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen Marlina Indrianingrum mengatakan, capaian IPLM dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah tentu patut disyukur. Meski begitu, torehan tersebut tidak membuat pihaknya lantas berpuas diri. Masih terdapat tantangan agar ekosistem literasi tetap terjaga di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ruhaeni Intan, Nama Baru yang Mulai Mencuri Perhatian Sastra Indonesia lewat 'Dysfunctional Family'

 "Prestasi ini bentuk komitmen kami. Di samping itu hasil dari kolaborasi banyak pihak untuk memperkuat fondasi berliterasi," ungkapnya, Senin (29/6).

 

Menurut Marlina, keberhasilan IPLM merupakan buah dari sinergi antara pemerintah daerah, para pemangku kebijakan serta seluruh elemen masyarakat. Ia mengatakan, torehan prestasi IPLM bukan sebagai tujuan akhir, namun menjadi motivasi agar kualitas literasi masyarakat terus meningkat. "Kita ketahui literasi menjadi pijakan menuju SDM unggul dan berdaya saing. Maka ini yang akan terus kami dorong," jelasnya.

 

Disebutkan, prestasi tentang IPLM tidak lepas dari berbagai upaya nyata Disarpus Kebumen. Saat ini Disarpus sendiri telah memiliki banyak program srategis dalam konsep pengembangan literasi masyarakat. Di antaranya capaian jumlah perpustakaan hingga 1.047 unit.

Baca Juga: Masuki Masa Pensiun, Empat Jabatan Eselon II Kosong Juli Ini: Pemkot Jogja Targetkan Pengisian Paling Cepat Agustus

Kemudian, juga didukung dengan pustakawan, tenaga teknis dan penilai bersertifikat sebanyak 283 orang. Kondisi tersebut ditunjang dengan 45.650 koleksi buku. Adapun jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah selama satu tahun tercatat sebanyak 315.280 orang. Terkait Indeks Kepuasan Masyarakat (IPM), Disarpus Kebumen juga meraih nilai nyaris sempurna, yakni 95,27.

 

Salah seorang pengunjung Rizki Dina Fitriani, 30, mengapresiasi Disarpus Kebumen dalam meningkatkan minat masyarakat dalam berliterasi. Berbagai fasilitas yang tersedia, khususnya di perpustakaan daerah selama ini sudah cukup nyaman. Ia hanya meminta agar layanan perpustakaan tetap berjalan di luar jam kerja.

Hal ini menurutnya penting agar masyarakat lebih dekat dengan perpustakaan sebagai salah satu sarana berliterasi. "Sudah keren banget. Semua gratis dan bukunya lengkap. Mungkin lebih bagus lagi buka sampai malam ya," kata warga Desa Krakal, Kecamatan Alian itu. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#melek literasi #kebumen #perpusda #Dinas Kearsipan dan Perpustakaan #jawa tengah