MUNGKID - Sejumlah individu dan kelompok mendapat penghargaan pada ajang Bupati Award 2026, Jumat malam (26/6). Mereka dinilai telah menghadirkan inovasi dan solusi nyata di tengah masyarakat. Mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan sosial.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh pembangunan fisik. Tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan kekuatan nilai sosial yang tumbuh di masyarakat. "Perubahan itu lahir dari orang-orang yang bekerja nyata di lapangan. Mereka inilah yang menjadi penggerak utama," ujarnya.
Baca Juga: Safety Riding Advisor Community Competition Regional Sukses Digelar, Astra Motor Lahirkan Bibit Pelopor Keselamatan Berkendara
Dia menekankan, pembangunan daerah ke depan perlu ditopang oleh kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan yang berkarakter, serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, para penerima penghargaan dinilai merepresentasikan arah tersebut melalui karya dan pengabdian masing-masing.
Dari 173 peserta yang mendaftar, terpilih 15 penerima penghargaan dari berbagai bidang. Dia menyebut, penilaian tidak hanya melihat prestasi, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat, keberlanjutan program, serta nilai keteladanan.
Grengseng berharap, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inisiatif serupa di masyarakat. Menurutnya, yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana dampaknya bisa terus berkembang.
Baca Juga: Mulai Pelatkab Lebih Awal, Kontingen Sleman Bidik Juara Lima Kali Berturut-turut di Porda 2027
Seorang penerima penghargaan, Zaidah membuat inisiatif sederhana yang berkembang menjadi gerakan sosial. Melalui Rumah Pintar Disabilitas yang dirintis di lingkungan SDN Bulurejo, dia menyediakan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak penyandang disabilitas, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses ke pendidikan formal.
Dengan pendekatan pembelajaran individual, setiap anak mendapatkan metode belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Saat ini, layanan tersebut menjangkau puluhan anak dan didukung oleh tenaga pengajar serta relawan. "Masih banyak anak disabilitas yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Padahal mereka punya potensi," kata Zaidah.
Baca Juga: UKT Tak Sesuai Penghasilan Orang Tua, Mahasiswa Baru Ramai-Ramai Ajukan Banding, Kampus Hanya Lihat Aspek Fisk, Bukan Kondisi Riil
Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi langkahnya. Dukungan dari relawan, termasuk mahasiswa, menjadi satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Penerima penghargaan lain, Kepala Desa Blondo Aan Sudarno menyebut, telah mengembangkan fasilitas kesehatan pratama yang dikelola langsung oleh desa. Fasilitas tersebut menjadi satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa.
"Harapannya masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, dan desa juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan," terangnya.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pelaku UMKM, pendidik, pelajar, pegiat budaya, hingga kelompok pemerhati lingkungan. Masing-masing membawa pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan masyarakat. (aya)