MUNGKID - Pemkab Magelang mendorong penggunaan produk lokal secara lebih luas di sektor perhotelan dan restoran. Dorongan itu menjadi upaya dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Satu produk yang didorong untuk masuk ke pasar hotel dan restoran adalah air minum dalam kemasan (AMDK) merek Makhoa, yang diproduksi oleh Perumda Air Minum Tirta Gemilang. Lantaran selama ini, distribusi produk tersebut masih terbatas di lingkungan internal pemerintah.
Wakil Bupati Magelang Sahid mengatakan, pemanfaatan produk lokal di sektor pariwisata dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. "Produk kita sebenarnya ada dan potensinya besar. Tinggal bagaimana bisa masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk hotel dan restoran," ujarnya, Kamis (25/6).
Baca Juga: Demo Mahasiswa Marak, Mantan Aktivis 1998 Gunawan Ingatkan untuk Selalu Jaga Tradisi Kritis, Keberpihakan Rakyat, dan Kerja Kolek
Menurutnya, jika penggunaan produk lokal bisa diperluas, dampaknya tidak hanya pada peningkatan PAD. Tetapi juga pada penguatan pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.
Pemkab, kata Sahid, membuka kemungkinan penyusunan regulasi untuk mempercepat penggunaan produk lokal. Seperti melalui peraturan daerah atau peraturan bupati.
Selain produk air minum, sejumlah produk UMKM di wilayah Magelang, khususnya kawasan Borobudur, juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok sektor pariwisata.
Baca Juga: Mesin Susu Senilai Rp 4,7 Miliar Tak Berfungsi, Pemprov DIY Dukung Penyidikan Dugaan Korupsi di Dinkop UKM oleh Kejati
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang Wahyu Hernowo menambahkan, produk lokal Magelang memiliki keunggulan dari sisi sumber daya maupun kualitas. Namun membutuhkan akses pasar yang lebih luas agar dapat berkembang.
Dia menuturkan, produk seperti air minum kemasan daerah juga memiliki nilai lebih dalam sektor pariwisata. Sebab dapat sekaligus menjadi media promosi destinasi. "Selain untuk konsumsi, kemasan produk bisa menjadi sarana branding daerah," paparnya.
Anggota PHRI Kabupaten Magelang Punjung mengatakan, pihaknya tidak keberatan menggunakan produk lokal, termasuk air minum kemasan milik daerah. Namun dia berharap, pemerintah juga memberikan dukungan nyata terhadap pelaku usaha.
"Kami siap bekerja sama, tapi kami juga berharap pemerintah bisa ikut menggerakkan ekonomi di sini, misalnya dengan menggunakan hotel dan restoran lokal untuk kegiatan resmi," bebernya.
Menurut dia, selama ini masih banyak kegiatan pemerintahan yang justru dilaksanakan di luar wilayah Kabupaten Magelang. Sehingga peluang perputaran ekonomi lokal menjadi tidak optimal.
Selain itu, lanjut Punjung, persoalan perizinan usaha juga masih menjadi perhatian pelaku usaha. Dia menyebut, masih ada pengusaha yang mengalami kesulitan dalam proses pengurusan izin, sehingga membutuhkan pendampingan dari pemerintah daerah. "Kami berharap ada kemudahan dan kejelasan, supaya usaha bisa berkembang lebih baik," lontarnya. (aya)