MUNGKID - Seorang pesepeda perempuan asal Iran, Arezoo Eskandari, 35 menempuh ribuan kilometer (km) perjalanan lintas negara untuk menyebarkan pesan perdamaian dan persahabatan.
Sejak saat itu, Arezoo telah melintasi sejumlah negara di Asia, di antaranya Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, sebelum tiba di Indonesia. Di Indonesia, ia memulai kayuhan dari Jakarta dan kini telah sampai di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Baca Juga: PAN Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum Tersangka Kasus Dana Hibah Pariwisata Raudi Akmal, Begini Penjelasannya
Dari titik tersebut, ia berencana melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta, sebelum akhirnya menyeberang ke Bali. "Setelah dari Bali, saya akan melanjutkan ke India, Nepal, dan Pakistan," ujar Arezoo di depan kantor bupati Magelang, Rabu (24/6/2026).
Perjalanan ini, kata dia, bukan sekadar petualangan. Ia menargetkan dapat mengelilingi Asia selama satu tahun penuh, dengan membawa pesan damai yang digaungkan melalui interaksi langsung maupun media sosial (medsos).
Borobudur menjadi satu destinasi penting dalam perjalanannya. Situs warisan dunia itu telah lama masuk dalam daftar tujuan yang ingin ia kunjungi.
"Ini (candi) sangat penting bagi saya karena termasuk warisan UNESCO. Saya ingin mengunjunginya dan membagikannya di medsos," katanya.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Pemkab Gunungkidul Siapkan Langkah Jaga Pangan dan Air Bersih
Arezoo tiba di Borobudur dan bermalam di kawasan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke Jogja keesokan harinya. Namun, perjalanan dengan sepeda membuat mobilitasnya jauh lebih lambat dibandingkan moda transportasi lain.
Dengan sepeda touring yang telah dimodifikasi khusus untuk perjalanan jarak jauh, Arezoo membawa perlengkapan hingga mencapai bobot sekitar 60 kilogram (kg). Barang-barang tersebut meliputi perlengkapan bersepeda, pakaian, hingga kebutuhan hidup selama di perjalanan.
Tas-tas besar berwarna hitam terlihat menggantung di sisi kanan dan kiri sepeda, sementara tambahan tas lain terpasang di bagian depan setang.
Sejumlah perlengkapan navigasi juga menempel di sepedanya untuk membantu menentukan arah selama perjalanan lintas negara.
Baca Juga: Kursi SD Tersisa 1.000, Kepsek Diminta Promosi Sekolah: Hasto Wardoyo Bakal Evaluasi Jika Tak Ada Penambahan Siswa
Terlebih, penampilannya cukup mencolok dengan jersey berwarna hijau, putih, dan merah. Yang mana menjadi warna yang identik dengan bendera Iran. Kemudian, dipadukan dengan helm putih dan celana panjang bersepeda berwarna hitam.
Kedatangannya di Magelang mendapat sambutan dari komunitas pesepeda lokal. Termasuk Komunitas Kota Toea Magelang yang turut mendampingi perjalanan Arezoo selama melintasi wilayah tersebut.
Perwakilan komunitas, Bagus Priyana mengatakan, dia bersama temannya menjemput Arezoo dari perbatasan Kota Magelang. Kemudian mengantarkannya ke sejumlah titik, termasuk alun-alun hingga Candi Borobudur.
Baca Juga: Fasilitasi Calon Siswa Yang Kebingungan, MAN 2 Sleman Sediakan Akses Lab Komputer dan Pendamping
"Kami menjemput dari perbatasan, lalu mengantar ke laun-alun dan ke Borobudur. Besok (Kamis, Red) akan kami antar sampai perbatasan Jogja," terangnya.
Setelah tiba di perbatasan, pendampingan akan dilanjutkan oleh komunitas pesepeda dari Jogja sebagai bagian dari dukungan berantai antarkomunitas. Rencananya, kata Bagus, selama berada di Jogja, Arezoo juga akan diajak mengunjungi beberapa kawasan bersejarah serta sentra kerajinan lokal. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita