MUNGKID - Ratusan pencari kerja dari berbagai daerah memadati kawasan Lapangan drh Soepardi, Selasa (23/6). Sebanyak 3.717 lowongan kerja dari 36 perusahaan disiapkan untuk menjawab kebutuhan pencari kerja, sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Magelang.
Warga Mertoyudan, Eva menjadi satu pencari kerja yang datang dengan penuh harap, namun masih ragu. Perempuan lulusan SMK 2018 itu mengaku baru saja menyelesaikan kontrak kerja selama enam tahun di kawasan industri Cikarang dan kini berupaya mencari pekerjaan di kampung halamannya.
"Masih lihat-lihat dulu, belum menentukan mau ke mana. Saingannya sekarang banyak, jadi terasa lebih sulit," sebutnya.
Meski belum menemukan pekerjaan yang sesuai, dia menilai, kehadiran job fair cukup membantu. Terutama dengan adanya sistem digital yang mempermudah proses administrasi. "Kalau lewat aplikasi jadi lebih simpel, dari rumah sudah bisa disiapkan," bebernya.
Gelaran yang dihelat selama dua hari, 23-24 Juni 2026 ini menjadi satu langkah strategis Pemkab Magelang dalam mempertemukan dunia usaha dan pencari kerja secara langsung. Kesempatan itu praktis dimanfaatkan para pencari kerja sebaik mungkin.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang Siti Zumaroh mengutarakan, meski kondisi ketenagakerjaan menunjukkan tren positif, tantangan di lapangan masih cukup besar. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 sebesar 3,52 persen.
Baca Juga: Wali Murid Kesulitan Buat Akun SPMB, Pilih Datangi Posko Layanan di Sekolah
"Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya, namun struktur tenaga kerja kita masih didominasi sektor informal," ujarnya usai pembukaan.
Dia menyebut, saat ini sekitar 63,82 persen tenaga kerja di Kabupaten Magelang masih berada di sektor informal. Sementara tenaga kerja formal baru mencapai 36,18 persen. Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah besar dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain layanan rekrutmen, kata dia, job fair juga dirancang sebagai ruang interaksi ekonomi dan edukasi. Berbagai kegiatan pendukung turut dihadirkan, mulai dari pameran UMKM, festival budaya SMK, layanan publik, hingga pasar murah yang menyasar masyarakat luas.
Baca Juga: Job Fair Kulon Progo Justru Diminati Pencaker Luar Daerah, Bupati Kulon Progo Beberkan Alasannya
Kepala Bidang Penempatan Kerja dan Transmigrasi, Disperinaker Kabupaten Magelang Rina S Nasution menambahkan, selain lowongan offline, pihaknya juga membuka akses informasi kerja secara daring melalui platform Siapkerja.id.
Namun, pencari kerja diwajibkan mendaftar di platform agar data mereka terintegrasi. "Jadi ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, datanya sudah tersedia," bebernya.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya menghadirkan pendekatan baru dalam menangani persoalan ketenagakerjaan. Ketika pemkab ingin hasil yang baru, lanjut dia, harus dengan cara dan semangat yang baru.
"Job fair ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata pemerintah untuk melayani masyarakat," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo