KEBUMEN - Suasana meriah mewarnai Grebeg Sura di kawasan Alun-alun Pancasila Kebumen pada Selasa malam (16/6/2026). Berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk menyaksikan langsung tradisi penyambutan Tahun Baru Jawa tersebut.
Sejak petang, masyarakat terlihat telah memadati sekitaran alun-alun. Mereka antusias menyaksikan arak-arakan budaya. Dari sekian banyak prosesi, berebut gunungan menjadi rangkaian acara yang paling dinanti masyarakat.
"Datang dari sore, jalan-jalan sekalian mau ikut rebutan isi gunungan," ungkap salah satu warga Mahmud Fauzi, saat ditemui di pinggir alun-alun.
Sebelum disajikan untuk masyarakat, gunungan tersebut diarak mengitari alun-alun. Catatan panitia ada tujuh gunungan berisi hasil bumi masuk dalam barisan kirab Grebeg Sura. Selain itu, ada juga tiga tumpeng dan 39 ambengan atau hidangan berisi jajanan pasar. Adapun arak-arakan dimulai dari dalam Pendopo Kabumian.
Baca Juga: Luas Lahan Tembakau Susut Hampir 50 Persen, Kini Petani Beralih ke Kopi dan Hortikultura
Sekira pukul 20.00 gunungan dan beragam hidangan yang telah disiapkan panitia tersebut keluar dari kompleks pendopo. Petugas lebih dulu mengarak gunungan hasil bumi sebelum akhirnya dibagikan masyarakat. Meski dihadiri antusias masyarakat, prosesi Grebeg Sura bertajuk Merti Jagat Kabumian ini berjalan tertib dengan pengwasan petugas dari Satpol PP Kebumen.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, tradisi budaya yang berlangsung di Bulan Sura tersebut menjadi wujud syukur atas hasil pencapaian selama setahun terakhir. Kegiatan itu juga memiliki nilai refleksi dan harapan agar tahun depan dapat diberikan kemakmuran bagi masyarakat Kebumen. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat kolaborasi dalam konteks pembangunan daerah.
"Saya percaya apabila gotong royong terus dijaga, Kebumen akan maju. Mari rawat warisan para leluhur ini," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Basikun Mualim mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tradisi Grebeg Sura. Menurutnya, sektor kebudayaan perlu digarap serius karena terbukti mampu membentuk karakter masyarakat.
Di momentum itu dia juga mengingatkan kepada tamu yang hadir untuk senantiasa meneladani dari perjalanan hidup leluhur terdahulu. "Bentuk komitmen pemerintah daerah soal menjaga budaya terlihat hari ini. Kami harap tradisi-tradisi seperti ini tetap langgeng," jelasnya. (fid)
Editor : Winda Atika Ira Puspita