MUNGKID – Berada di kawasan Pegunungan Menoreh membuat warga Dusun Alun-alun, Menoreh, Salaman, Kabupaten Magelang berduyun-duyun ke satu-satunya bak penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter, Selasa (16/6). Karena ada truk droping air bersih dari Polresta Magelang mendistribusikan 6.000 liter air kepada dengan total menerima 40 kepala keluarga (KK).
Air dialirkan ke yang selama ini menjadi sumber utama warga. Sejak debit air alami menurun, penampungan itu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian secara optimal.
Sejumlah warga tampak membawa jeriken dan ember, lalu mengantre secara bergantian untuk mendapatkan air. Sebagian lainnya memilih menunggu hingga bak penampungan penuh sebelum mengambil jatah mereka.
Kasat Pamobvit Polresta Magelang Kompol Joko Hero mengutarakan, penyaluran air bersih ini merupakan respons atas kondisi lapangan. Sebab debit air di beberapa sumber sudah mulai turun. "Kami melihat ada potensi kesulitan air bersih, sehingga dilakukan distribusi bantuan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," ujarnya, Selasa (16/6).
Dia menyebut, bantuan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Meski fokus utamanya tetap pada kebutuhan mendesak warga.
Kondisi geografis Dusun Alun-alun yang berada di kawasan perbukitan Menoreh membuat akses air bersih sangat bergantung pada sumber-sumber alami. Ketika musim kemarau datang lebih cepat atau berlangsung panjang, praktis warga menjadi kelompok yang paling terdampak.
Baca Juga: Tradisi Nawu Sendang Jadi Simbol Syukur Masyarakat Kaliberot Atas Sumber Air di Sumur Gedhe
Kapolsek Salaman AKP Edy Purwanto menambahkan, telah memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan di Kecamatan Salaman dan sekitarnya. Distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di lapangan. "Jika kondisi kemarau berlanjut, tidak menutup kemungkinan bantuan akan ditambah atau dilakukan secara rutin," bebernya.
Sementara itu, warga Dusun Alun-alun, Maryadi berharap, distribusi air bersih tidak berhenti pada satu kali penyaluran. Dia mengaku, mulai merasakan dampak kekeringan dalam beberapa pekan terakhir, terutama untuk kebutuhan memasak dan mandi. "Kalau tidak ada bantuan, biasanya harus mengambil air lebih jauh atau menunggu kiriman. Semoga bisa rutin kalau kemarau panjang," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo