KEBUMEN - Baliho yang menampilkan sosok Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi bermunculan di wilayah Kebumen. Keberadaan baliho tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan sekaligus penghormatan terhadap PB XIV Hangabehi sebagai pemimpin Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Cabang Kebumen KRAP Arif Priyatoro Rekaningrat menegaskan, tidak ada motif politik dalam pemasangan baliho tersebut.
Semua murni karena inisiatif pribadi masing-masing demi pelestarian budaya yang bersumber dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
"Dukungan dari Kebumen tidak terbendung. Baliho itu simbol bahwa kami tegak lurus dan tidak ragu kepada beliau," ungkapnya kepada Radar Jogja, Minggu (14/6).
Pemasangan baliho, kata KRAP Arif, dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat, terutama yang berkaitan langsung dengan pemangku adat dan budaya Keraton Surakarta. Dia menyebut, selain di Kebumen pemasangan baliho serupa juga terjadi di berbagai wilayah yang tersebar di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Arif menyatakan, baliho yang menampilkan kegagahan PB XIV Hangabehi bagian dari semangat menyambut hadirnya penerus takhta Keraton Surakarta.
Dukungan yang muncul dari berbagai daerah menurutnya juga karena keterlibatan para abdi dalem serta elemen masyarakat yang selama ini telah mengikuti perkembangan Keraton Surakarta. Dia pun memastikan Pakasa Cabang Kebumen akan berada di belakang kepemimpinan PB XIV Hangabehi.
"Kami berangkat dari semangat yang sama. Berjuang mempertahankan tradisi dari perjalanan panjang Keraton Surakarta," ucapnya.
Pantauan Radar Jogja, baliho gambar PB XIV Hangabehi berukuran sekitar 3x2 meter tersebut berada di beberapa titik strategis. Antara lain di simpang empat Jalan HM Sarbini, tepatnya utara Stadion Candradmuka dan Jalan Ronggowarsito atau persis di seberang Jembatan Pejagoan.
Baliho dengan konsep dan nuansa klasik tersebut menampilkan sosok PB XIV Hangabehi lengkap mengenakan pakaian adat yang identik dengan kebesaran Raja Keraton Surakarta Hadiningrat.
Sementara itu, Pelaku Budaya Hargo Yohanes menyatakan, pemasangan baliho sebagai bentuk dukungan terhadap PB XIV Hangabehi tidak lepas dari pemahaman masyarakat terhadap rentetan sejarah dan budaya di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Baliho juga sebagai cermin ungkapan kebahagiaan masyarakat atas hadirnya raja. Dirinya menganggap pemasangan baliho tersebut adalah hal wajar. Terlebih, menurutnya Kebumen juga memiliki kaitan erat dengan Keraton Surakarta.
"Bukan sesuatu yang berlebihan. Itu wujud tresna. Mereka ingin mangayubagya, tidak ada salahnya," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo