PURWOREJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo mulai bersiap diri menghadapi kerawanan musim kemarau. Berbagai langkah antisipasi terus dilakukan, termasuk menyediakan 200 tangki atau setara satu juta liter air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Kepala BPBD Purworejo Wasit Diono mengatakan, dampak musim kemarau panjang diperkirakan akan dirasakan di sejumlah wilayah rawan kekeringan. Menyikapi hal ini pihaknya telah memastikan ketersediaan pasokan air bagi masyarakat yang membutuhkan. BPBD akan memprioritaskan distribusi air bersih ke desa atau kelurahan yang selama ini menjadi langganan kekeringan. "Kami punya empat armada tangki. Semuanya siap mobile menjangkau wilayah kekeringan," ucapnya saat ditemui Radar Jogja Jumat (12/6).
Baca Juga: Batasi Penggunaan Gawai Saja Tak Cukup, KPAID Kota Jogja Dorong Ruang Kreatif untuk Remaja
Berdasarkan rekapitulasi data distribusi air bersih tahun sebelumnya, terdapat 42 desa yang tersebar di 13 kecamatan berstatus rawan terdampak kekeringan. Dari jumlah itu 13 desa di Kecamatan Bagelen merupakan desa dengan permohon air bersih terbanyak. "Wilayah rawan seperti daerah Bagelen. Kami sudah mulai droping air ke sana," bebernya.
Pada Mei, lanjut Wasit, BPBD Purworejo telah menggelar rapat terkait kesiapan menghadapi musim kemarau dan dampak kekeringan. BPBD juga mengusulkan kepada bupati agar segera ditetapkan status siaga darurat bencana kekeringan.
Selain itu, BPBD juga mengusulkan pembentukan pos komando sebagai pusat layanan dampak kekeringan. "Hari ini sudah tersebar 18 tandon air berkapasitas 5.000 liter. Kami tempatkan di lokasi rawan kekeringan," ujarnya.
Baca Juga: 5.000 Orang Serentak Bersihkan 150 Titik, Kerja Bakti Massal dalam Rangka HUT ke-79 Pemkot Jogja
Sekretaris Badan BPBD Purworejo Iskhak menambahkan, berkaca dari kebutuhan tahun lalu, alokasi anggaran yang ditetapkan untuk droping air bersih lebih dari cukup. Jika kurang, BPBD akan mengusulkan anggaran saat pembahasan APBD perupahan.
Selain mengandalkan anggaran, BPBD juga mendapat dukungan 100 tangki air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI). "Kami prediksi tahun ini mencukupi. Kemungkinan di Oktober sudah mulai hujan," katanya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita