Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinilai Dapat Membentuk Perilaku Hidup Bersih, DPRD Kabupaten Dorong Pemerataan Sekolah Adiwiyata

Naila Nihayah • Jumat, 12 Juni 2026 | 22:15 WIB
BENTUK DUKUNGAN: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Budi Purnomo menyerahkan bantuan tempat sampah Jumat (12/6). (Dokumentasi Prokompim Kabupaten Magelang)
BENTUK DUKUNGAN: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Budi Purnomo menyerahkan bantuan tempat sampah Jumat (12/6). (Dokumentasi Prokompim Kabupaten Magelang)

MUNGKID - DPRD Kabupaten Magelang mendorong pemerataan program Sekolah Adiwiyata sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini di kalangan pelajar. Program ini dinilai penting untuk membentuk perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Budi Purnomo mengatakan, gerakan peduli lingkungan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi harus melibatkan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.

"Sekolah menjadi tempat strategis untuk menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan penghematan energi," kata Budi di Borobudur Jumat (12/6).

Baca Juga: Trans Jateng Bakal Melintasi Kota Magelang, Dishub Siapkan 13 Halte dan Bidik Peningkatan Kunjungan

Menurutnya, pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dilakukan sejak dini agar kebiasaan tersebut terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari di masyarakat.
DPRD, lanjut Budi, mendukung penuh pengembangan program Adiwiyata dan berharap jangkauannya dapat diperluas.

Dia menargetkan, setiap kecamatan di Kabupaten Magelang memiliki minimal satu sekolah Adiwiyata sebagai percontohan. "Kami berharap ada pemerataan, sehingga setiap wilayah memiliki sekolah yang bisa menjadi penggerak," ujarnya.

Baca Juga: 5.000 Orang Serentak Bersihkan 150 Titik, Kerja Bakti Massal dalam Rangka HUT ke-79 Pemkot Jogja

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH), DLH Kabupaten Magelang Uswatun Wulandari menyebut, program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) terus ditingkatkan pada 2026 untuk mempercepat pelaksanaan Sekolah Adiwiyata.

Menurutnya, program ini bertujuan mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan. Baik di sekolah maupun di masyarakat, melalui keterlibatan berbagai pihak. "Tahun ini ada 11 sekolah yang dilibatkan dalam program percepatan," bebernya.

Staf Pengendali Dampak Lingkungan, DLH Kabupaten Magelang Sambodo menjelaskan, penilaian Sekolah Adiwiyata mencakup sejumlah indikator. Antara lain kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan partisipatif, serta sarana dan prasarana pendukung.

Baca Juga: Dilema Ojol di Tengah Melambungnya Harga BBM, Pakai Pertamax Rugi, Antre Pertalite Boros Waktu 

"Implementasi di sekolah meliputi pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi lingkungan, penghematan air dan energi, serta pembuatan fasilitas seperti lubang biopori dan sumur resapan," sebutnya.

Adapun 11 sekolah yang terlibat dalam program Adiwiyata 2026 meliputi SMKN 1 Salam, SLB Ma'arif Muntilan, SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi Luhur Srumbung, dan MTsN 1 Borobudur. Lalu, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur, SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Magelang, dan SMPN 2 Borobudur. (aya/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sekolah Adiwiyata #kepedulian lingkungan #DPRD Kabupaten Magelang #program #Perilaku Hidup Bersih