Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trans Jateng Bakal Melintasi Kota Magelang, Dishub Siapkan 13 Halte dan Bidik Peningkatan Kunjungan

Naila Nihayah • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:35 WIB
ANGKUT PENUMPANG: BRT Trans Jateng tengah berhenti di Terminal Borobudur untuk menunggu penumpang. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
ANGKUT PENUMPANG: BRT Trans Jateng tengah berhenti di Terminal Borobudur untuk menunggu penumpang. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Pemkot Magelang mulai mempersiapkan kehadiran layanan Trans Jateng yang akan melintasi wilayahnya. Meski hanya menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung, keberadaan layanan ini dinilai strategis untuk mendorong mobilitas sekaligus meningkatkan kunjungan ke kota.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Makhmud Yunus menjelaskan, rute Trans Jateng merupakan bagian dari kesepakatan kawasan pengembangan wilayah Gelangmanggung. Yang mengintegrasikan wilayah kota dan Kabupaten Magelang serta Kabupaten Temanggung.

"Untuk yang melalui Kota Magelang, rutenya melewati Jalan Senopati, Jalan Diponegoro, dan Jalan A Yani," ujar Yunus Jumat (12/6).

Baca Juga: Resah! Terimbas Relokasi demi Lokasi KDMP, Ratusan Pedagang Pasar Unggas Kepek Sari Tolak Dipindah: Ini Alasannya

Dia menambahkan, terdapat sedikit perbedaan jalur untuk arah sebaliknya. Jika rute dari Kabupaten Magelang menuju Temanggung melewati koridor utama tersebut, maka dari arah Temanggung menuju Kabupaten Magelang akan melalui Jalan Urip Sumoharjo sebelum kembali ke jalur utama.

Meski panjang lintasan di dalam kota relatif terbatas, dishub tetap menyiapkan infrastruktur pendukung. Saat ini, terdapat 13 halte yang akan difungsikan untuk melayani penumpang Trans Jateng. "Namun tahun ini kami juga berencana melakukan penyesuaian," bebernya.

Penyesuaian itu, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas, termasuk penataan posisi halte yang dinilai belum ideal. Satu di antaranya adalah pemindahan halte agar sesuai dengan arah lalu lintas dan kebutuhan penumpang.

Baca Juga: Minggu, Kepengurusan Askab PSSI Sleman Dilantik; Diharapkan Nanti Bisa Sumbang Pemain ke PSS dan Timnas

Yunus menyebut, rencana operasional Trans Jateng di wilayah ini masih dalam tahap kajian dan pengadaan oleh Pemprov Jawa Tengah. Dia mengatakan, jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, layanan ini diperkirakan mulai beroperasi pada 2027.


Untuk jumlah armada, dishub belum dapat memastikan. Namun, sistem operasional diperkirakan menggunakan pola keberangkatan berkala setiap jam di masing-masing trayek. "Informasi sementara, pergerakan bus direncanakan per jam di tiap rute," sebutnya.

Dari sisi operasional, layanan ini direncanakan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Meski jadwal tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil kajian lanjutan. Selain itu, moda transportasi yang digunakan dirancang berbasis ramah lingkungan. Dalam kajian awal, armada Trans Jateng direncanakan menggunakan bus listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transportasi berkelanjutan.

Yunus melanjutkan, kehadiran Trans Jateng dinilai membawa sejumlah potensi keuntungan bagi Kota Magelang. Letaknya yang berada di tengah jalur penghubung dua kabupaten menjadi nilai strategis untuk meningkatkan arus mobilitas masyarakat.

"Ini akan menambah tingkat kunjungan dari Kabupaten Magelang dan Temanggung ke Kota Magelang. Karena posisi kita di tengah, ini sangat menguntungkan," jelasnya.

Dia menilai, sektor pariwisata akan menjadi salah satu yang terdampak positif. Kemudahan akses transportasi diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di Kota Magelang. Selain itu, tarif yang direncanakan relatif terjangkau juga menjadi faktor pendorong minat masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. (aya/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#halte #Pemkot Magelang #Trans Jateng #Gelangmanggung #Kota Magelang