KEBUMEN - Sebanyak 20 pelajar harus bersimpuh malu di hadapan orang tua saat diberi pembinaan oleh polisi di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Rabu (10/6). Mereka harus mengakui perbuatannya setelah tertangkap basah hendak melakukan aksi tawuran antar kelompok pelajar.
Suasana haru sempat mewarnai jalannya acara tersebut. Para remaja bersujud di hadapan orang tua sambil menangis dan mengaku menyesali perbuatannya. Dalam kesempatan itu, para orang tua berharap kejadian serupa tidak terulang dan berkomitmen meningkatkan pengawasan di lingkungan keluarga.
Diketahui, 20 pelajar yang berhasil diamankan petugas mayoritas masih berusia di bawah umur. Mereka digelandang ke Polres Kebumen pada Rabu (10/6) sekira pukul 00.30 saat sedang berkumpul di Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan.
Baca Juga: Awalnya Sempat Diserbu Warga, KKMP Wates Magelang Kini Berangsur Sepi karena Stok Belum Lengkap
Dari lokasi, polisi mengamankan tiga bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekitar 70 sentimeter. "Senjata itu diduga akan digunakan untuk tawuran dengan kelompok lain," jelas Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo.
Berdasar hasil pemeriksaan, para remaja tersebut berencana akan tawuran setelah berkomunikasi dan saling menantang dengan kelompok lain melalui platform media sosial. Polisi kemudian melakukan pencegahan sebelum aksi tersebut terjadi.
Polisi juga mengungkap ada kemungkinan sebagian remaja yang diamankan merupakan kelompok yang sebelumnya kedapatan melakukan pawai sepeda motor sambil menenteng senjata tajam.
Baca Juga: PT KAI Daop 6 Gunakan Peta Perencanaan Richtingskaart, Warga Blondo Sebut Tanah Negara
Dalam pembinaan itu terungkap bahwa sebagian besar orang tua tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka pada malam kejadian. Para remaja diketahui keluar rumah tanpa berpamitan.
Sejumlah orang tua mengaku mulai curiga ketika anak mereka tidak kunjung pulang hingga pagi hari. Kekhawatiran itu baru terjawab setelah mereka mendapat informasi dari Polres Kebumen bahwa anaknya diamankan pihak kepolisian. (fid)
Editor : Heru Pratomo