MUNGKID - Ruas jalan penghubung Kecamatan Salam menuju Kecamatan Ngluwar mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi jalan yang memburuk tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga memicu kekhawatiran ihwal keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan paling mencolok terlihat setelah traffic light Simpang Tiga Semen menuju arah Ngluwar. Tepat di depan Puskesmas Salam, lapisan aspal tampak mengelupas hingga menyisakan permukaan kasar dan berlubang. Di sejumlah titik, badan jalan bahkan nyaris tak lagi menunjukkan lapisan aspal yang utuh.
Ruas ini merupakan jalur vital yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas, termasuk akses layanan kesehatan ke Puskesmas Salam. Warga Ngluwar, Catur Hardono menyebut, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Inflasi Terus Meroket, Legislatif Kota Jogja Usul Penggelontoran KUR Daerah
Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari intensitas kendaraan berat yang melintas, khususnya truk pengangkut material proyek jalan tol.
"Ini (kerusakan) sudah lama dikeluhkan (warga). Bahkan sudah banyak kejadian kecelakaan, terutama pengendara motor yang terjatuh karena kondisi jalan tidak rata," ujarnya, Senin (8/6).
Warga sebenarnya tidak tinggal diam. Secara swadaya, warga sempat melakukan perbaikan sederhana dengan menambal bagian jalan yang rusak menggunakan material seadanya. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama. "Karena setiap hari dilalui kendaraan bertonase besar, kerusakan cepat muncul lagi," bebernya.
Menurut Catur, ketidaksesuaian antara kapasitas jalan dan beban kendaraan menjadi persoalan utama. Jalan tersebut, kata dia, dinilai tidak dirancang untuk menahan lalu lintas kendaraan berat secara terus-menerus.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Kabupaten Magelang Priyo Suwarso menuturkan, tanggung jawab perbaikan berada pada pihak pelaksana proyek. Sebetulnya, lanjut dia, pihak pelaksana sudah beberapa kali dilakukan pemeliharaan.
Komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek juga telah dilakukan sejak awal pekerjaan dimulai, termasuk melalui audiensi dengan kepala daerah. Namun, warga masih merasakan perbaikan yang dilakukan belum optimal.
"Sudah (dikomunikasikan dengan pihak pelaksana). Awal pengerjaan sudah audiensi dengan pak bupati," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo