Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mageri Segoro, Pemkab Kebumen Akan Libatkan Anak-Anak Tanam 11 Ribu Bibit Mangrove 

Muhammad Hafied • Minggu, 7 Juni 2026 | 23:45 WIB

 

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin gerakan penanaman pohon bersama di Pantai Logending, Kecamatan Ayah. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin gerakan penanaman pohon bersama di Pantai Logending, Kecamatan Ayah. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)

 

 

KEBUMEN - Pemkab Kebumen menjadwalkan penanaman sebanyak 11.300 bibit pohon mangrove di sepanjang pesisir selatan Kebumen. Langkah konservasi lingkungan ini selaras dengan program yang diinisiasi Pemprov Jawa Tengah bertajuk Mageri Segoro.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Permukiman (DLHKP) Kebumen Asep Nurdiana menjelaskan, aksi penanaman belasan ribu pohon mangrove dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada Juni hingga Juli 2026.

Dalam aksi tersebut nantinya akan melibatkan berbagai komponen, termasuk kalangan pelajar sebagai ajang edukasi. "Di bulan tersebut juga bersamaan anak-anak libur sekolah, jadi agar mereka bisa ikut serta," jelasnya saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Sabtu (6/6).

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Vulkanologi 50 Tahun, Indonesia-Prancis Riset Mitigasi Bencana Geologi di Merapi

Pemkab, kata Asep, telah memilih lima titik strategis sebagai pusat kegiatan penanaman 11 ribu lebih pohon magrove. Seperti di wilayah pesisir masuk Desa Jogosimo, Desa Tanggulangin, Desa Ayam Putih, Desa Waluyorejo dan Desa Karangwudur.

Dalam setahun, pemerintah daerah menarget dapat menanam sedikitnya 14.300 bibit pohon mangrove di sepanjang kawasan pesisir pantai. "Yang terpenting selanjutnya, bagaimana kita merawat dan menjaga setelah menanam bersama," ucap Asep.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, wilayah Kebumen memiliki garis pantai cukup panjang. Tepatnya sekira 57,5 kilometer yang membentang dari ujung timur hingga barat. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kawasan pesisir tetap lestari.

Baca Juga: Empat Kali Melanggar, Pengedar Miras Oplosan di Bantul Hanya Didenda Rp 5 Juta  

"Harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Dimulai dari lingkungan sekitar," ujar Lilis.

Menurut Lilis, Kebumen memiliki kekayaan alam sangat komplet, mulai dari bentang pantai, pegunungan hingga kawasan batuan karst. Potensi tersebut menjadi salah satu modal status Geopark Kebumen kini diakui UNESCO Global Geopark.

Pemkab, kata Lilis, terus berkomitmen menjaga alam melalui gerakan penghijauan, pengolahan sampah, konservasi sumber daya alam serta pengendalian pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Mufli Hidayat Dirumorkan Jadi Target Transfer PSS Sleman

"Hari Lingkungan Hidup mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," jelasnya.

Pada peringatan HLH Sedunia ini, pemkab bersama lintas sektor menanam 1.500 bibit tanaman vegetasi khas pesisir. Di antaranya Pohon Bakau atau Mangrove, Pohon Nyamplung, Cemara Laut, Ketapang Laut dan Genjah Entog.

Kegiatan diawali upacara yang dipimpin langsung bupati, kemudian berlanjut penanaman pohon secara serentak. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#mageri segoro #mangrove #Lilis Nuryani #bupati kebumen #jawa tengah