Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BUMDes Kembangkan Wisata dan Sumber PADes, Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Desa Nglumut

Naila Nihayah • Minggu, 7 Juni 2026 | 01:23 WIB

 

Pengunjung tampak antusias memanen melon hidroponik.
Pengunjung tampak antusias memanen melon hidroponik.

 

MUNGKID - Desa Nglumut, Srumbung, Kabupaten Magelang, mulai memetik hasil dari inovasi pertanian modern yang dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nglumut Sejahtera. Budi daya melon hidroponik yang dikelola secara terstandar kini tidak hanya menghasilkan produk premium, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis wisata desa.

Panen perdana yang dilakukan belum lama ini menjadi penanda awal pengembangan unit usaha tersebut. Di dalam satu rumah kaca berukuran 9,5 meter x 24 meter, sebanyak 500 tanaman melon jenis Sweet Lavender dan Sunny dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik rakit apung.

Ketua BUMDes Nglumut Sejahtera, Eko Sigit Nugroho menjelaskan, metode budi daya yang diterapkan menitikberatkan pada kualitas buah, bukan kuantitas produksi. Setiap tanaman hanya dibiarkan menghasilkan satu buah untuk menjaga ukuran dan rasa.

Baca Juga: Pameran Nusa Wastra 2026 Resmi Dibuka di Museum Sonobudoyo Jogja, Hadirkan Puluhan Koleksi Lintas Era dari Seluruh Indonesia

 "Dari satu batang hanya satu buah. Jadi kita kejar kualitasnya. Rata-rata bobotnya 1,8 hingga lebih dari dua kilogram (kg)," ujarnya, Jumat (5/6).

Melalui metode tersebut, kata dia, buah yang dihasilkan memiliki karakteristik rasa manis dan tekstur renyah yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Produk melon ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram, sekaligus menjadi komoditas unggulan dalam pengembangan wisata petik buah.

Kepala Desa Nglumut, Imron Suheri menyebut, pengelolaan usaha ini sepenuhnya dilakukan oleh BUMDes. Dengan sebagian keuntungan yang dihasilkan akan masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).

Baca Juga: Motor Hangus Diganti Rp 10 Juta, Pascakebakaran Buruh Pabrik Ban di Purworejo Ditawari Bantuan Rp 1 Miliar

 "BUMDes mengelola dari produksi sampai pemasaran. Hasilnya nanti sebagian menjadi pemasukan desa," katanya.

Lebih dari sekadar pertanian, lanjut dia, keberadaan greenhouse melon ini diarahkan menjadi magnet wisata baru. Konsep wisata petik buah memungkinkan pengunjung merasakan langsung pengalaman memanen melon dari pohonnya.

Menurut Imron, minat masyarakat cukup tinggi bahkan sebelum dibuka secara luas. Sejumlah pengunjung telah melakukan pemesanan untuk datang dan merasakan pengalaman tersebut. "Banyak yang sudah booking. Mereka ingin merasakan sensasi petik langsung, itu yang dicari," bebernya.

Baca Juga: Aksi Nyerah Jadi WNI, 526 Suara Klakson Bergema di Bundaran UGM Jogja

Dalam satu pekan, jumlah kunjungan ke Desa Nglumut diperkirakan bisa mencapai lebih dari 500 orang. Kehadiran melon hidroponik ini melengkapi potensi wisata yang sudah lebih dulu berkembang, seperti kebun salak, sabo dam, area camping ground, kafe, hingga wisata tubing dengan latar Gunung Merapi.

Imron menambahkan, keberhasilan tahap awal ini akan menjadi dasar untuk pengembangan skala usaha ke depan. Pemedes berencana menambah fasilitas serupa setelah mendapatkan gambaran pasti terkait tingkat keuntungan usaha.
"Kalau ini terbukti menguntungkan, akan kita kembangkan lagi," terangnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#melon hidroponik #nglumut #BUMDes #Magelang #sweet lavender