Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Sarana Edukasi, 80 Ekor Tukik Lekang Hasil Penangkaran Dilepas Liar di Pantai Kembar Terpadu

Muhammad Hafied • Sabtu, 6 Juni 2026 | 01:23 WIB

 

Masyarakat antusias melepasliar tukik atau anakan penyu hasil konservasi di Pantai Kembar Terpadu, kemarin. (M Hafied/Radar Jogja)
Masyarakat antusias melepasliar tukik atau anakan penyu hasil konservasi di Pantai Kembar Terpadu, kemarin. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Tim Konservasi Penyu Pantai Kembar Terpadu berhasil melepasliar 80 ekor tukik atau anakan penyu di Pantai Kembar Terpadu, Jumat sore (5/6). Aksi ini dilakukan sebagai upaya pelestarian penyu sekaligus menjaga ekosistem kawasan pesisir pantai, khusunya yang berada di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring.

Ketua Konservasi Penyu Kembar Terpadu Hartono mengatakan, pelepasliaran tukik menjadi langkah penting dalam meningkatkan peluang hidup penyu. Karena penyu menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perburuan telur hingga kerusakan habitat aslinya.

Kegiatan juga dilakukan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian penyu. "Usianya sudah tiga hari. Setelah menetas, kami lepas ke alam bebas," jelasnya kepada Radar Jogja, Jumat (5/6).

Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Tambah Stasiun Pengisian Daya Becak Listrik di Wilayahnya, Ini Yang Dilakukan

Hartono menjelaskan, sebelum dilepas ke habitat asalnya, perkembangan puluhan tukik tersebut dipantau di tempat konservasi. Setelah kondisi penyu dirasa cukup kuat untuk bertahan hidup di laut, prosesi pelepasan baru dilakukan. "Ada tiga jenis penyu yang kerap mendarat dan bertelur. Khusus hari ini yang kami lepas penyu jenis Lekang," ungkapnya.

Selain pelepasliaran, tim konservasi juga secara rutin melakukan pemantauan lokasi pendaratan penyu. Hal ini dilakukan guna memastikan telur penyu selamat dari ancaman predator maupun aksi perburuan.

Disebutkan, tim konservasi selama musim penyu bertelur, tepatnya sejak April hingga Mei telah berhasil menetaskan dan melepasliar 90 ekor anakan penyu. Rencananya di bulan ini akan dilakukan pelepasliaran tukik sebanyak empat kali.

Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara: Dari Kasus Korupsi Wamen, Pelantikan BGN, hingga Isu Reshuffle

"Tergantung yang menetas, ketika sudah memungkinkan langsung kami lepas," ungkap Hartono.

Kegiatan yang sudah dilakukan tiga kali dalam enam bulan terakhir ini tampak disambut antusias masyarakat. Sejumlah relawan dan pegiat lingkungan tampak ambil bagian dalam aksi tersebut. Sebelum prosesi pelepasan penyu, masyarakat yang hadir diberikan edukasi terlebih dulu mengenai pentingnya menjaga habitat penyu.

Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah Aisyiah Kebumen Jariyah mendukung penuh program pelestarian penyu di kawasan Pantai Kembar Terpadu.

Baca Juga: Bedah Rumah di DIY Naik dari Ratusan ke Ribuan Unit, HB X: Kebutuhan Hunian Layak Masih Tinggi  

Kegiatan konservasi penyu juga selaras dengan program kerja Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan. Ia berharap tim konservasi yang telah dibentuk konsisten mengambil peran secara berkelanjutan. 

Dengan begitu, populasi penyu di kawasan pesisir selatan Kebumen dapat terus terjaga dan berkembang. "Program bagus sekali. Kami juga datang sekalian bawa anak-anak untuk edukasi," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#penyu #Pantai Kembar Kebumen #tukik #puring #konservasi